Kemenhub Kerahkan KN Kunyit Bawa Reefer Container untuk SAR KMP Virgo di Hari ke-12

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 25 September 2026 | 10:31 WIB
Kemenhub Kerahkan KN Kunyit Bawa Reefer Container untuk SAR KMP Virgo di Hari ke-12
Kemenhub Kerahkan KN Kunyit Bawa Reefer Container untuk SAR KMP Virgo di Hari ke-12 [Dok. Kemenhub]

astakom.com, Jakarta - Dukungan operasi SAR KMP Virgo Transport 8 diperkuat pada hari ke-12 dengan pengerahan KN Kunyit yang membawa Reefer Container ke Ring 1 area operasi.

Memasuki Kamis (24/9/2026), pencarian korban KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa masih berlangsung. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menambah dukungan armada untuk membantu kebutuhan penanganan korban dan operasional di lokasi.

Dalam keterangan resmi Kemenhub yang diterima astakom.com pada Kamis (24/09/2026), KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin diarahkan menuju Ring 1 area operasi. Kapal tersebut membawa Reefer Container atau kontainer berpendingin yang disiapkan untuk mendukung penanganan dan penyimpanan sementara jenazah hasil evakuasi.

Pada hari ke-12 ini, operasi SAR tetap memprioritaskan penyelaman ke badan kapal. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari serta mengevakuasi korban yang diperkirakan masih berada di dalam KMP Virgo Transport 8.

KN Kunyit perkuat dukungan

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro menyebut pengerahan KN Kunyit kembali menjadi bagian dari dukungan Kemenhub dalam operasi SAR Gabungan.

“Dengan dikerahkannya kembali KN Kunyit, dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi ini semakin diperkuat, khususnya dalam kesiapan penanganan korban dan dukungan logistik di lokasi kejadian,” ujarnya.

Dukungan dari Ditjen Perhubungan Laut tidak hanya berasal dari KN Kunyit. Sejumlah kapal lain telah berada di lokasi sejak awal operasi untuk membantu kebutuhan SAR.

KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda dan KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak turut menjalankan dukungan di area kejadian. Keduanya digunakan untuk membantu logistik, mobilisasi, dan skema evakuasi melalui jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Armada jaga jalur evakuasi

KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 masih disiagakan di lokasi. Kedua kapal tersebut bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca menjadi bagian dari skema evakuasi korban melalui jalur laut.

“Kapal KN Miang Besar dan KN Grantin P.211 terus siaga di lokasi untuk mendukung evakuasi korban, logistik, dan kebutuhan operasional SAR. Bersama KN SAR Wisanggeni dan KP Orca, kapal-kapal ini menjadi pilar utama skema evakuasi jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” jelasnya.

Untuk menjaga proses operasi tetap terkoordinasi, jajaran teknis Kemenhub di lapangan, yakni KSOP, KPLP, dan Distrik Navigasi Banjarmasin, juga diminta memperkuat koordinasi.

Koordinasi tersebut dilakukan bersama Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polri, dan seluruh potensi SAR yang terlibat. Pencarian korban tetap menjadi prioritas dengan keselamatan personel sebagai perhatian utama.

Cuaca jadi perhatian tim

Kondisi cuaca di area operasi pada Kamis diprakirakan cerah berawan. Berdasarkan prakiraan BMKG dalam keterangan Kemenhub, angin bergerak dari tenggara–timur tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–20 knot.

Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5–1,25 meter, sedangkan arus permukaan kurang dari 1 knot.

Kondisi tersebut diprakirakan mendukung operasi secara umum. Namun, tim tetap perlu memperhatikan kemungkinan perubahan arus bawah air, terutama saat penyelam bekerja di sekitar badan kapal.

“Meski kondisi cuaca umum diprakirakan mendukung, keselamatan seluruh personel tim SAR Gabungan, khususnya para penyelam yang menghadapi risiko perubahan arus bawah air, tetap menjadi prioritas utama. Seluruh kegiatan wajib dilaksanakan sesuai SOP standar masing-masing satuan. Kami terus mengimbau seluruh tim untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi agar proses pencarian dan evakuasi ini berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, data resmi Basarnas per 24 September 2026 pukul 18.00 WITA mencatat jumlah Person on Board (POB) KMP Virgo Transport 8 sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, 150 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia.

Sebanyak 93 korban lainnya masih dalam pencarian. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Hari ke-12 pencarian KMP Virgo Transport 8 masih berjalan. Kemenhub memperkuat dukungan di lokasi lewat KN Kunyit dan Reefer Container, sementara pencarian korban tetap menjadi fokus utama.

Virgo Transport 8 KMP Virgo Transport 8 Evakuasi KMP Virgo Transport 8 Kementerian Perhubungan Reefer Container

Infografis

Terkini