Kabar Baik! Sekolah Lama Diperbaiki, Gedung Baru Mulai Dibangun

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 24 September 2026 | 07:07 WIB
Kabar Baik! Sekolah Lama Diperbaiki, Gedung Baru Mulai Dibangun
Kabar Baik! Sekolah Lama Diperbaiki, Gedung Baru Mulai Dibangun (Kemendikdasmen)

astakom.com, Jakarta – Buat yang sempat khawatir isu sekolah lama bakal ketinggalan gara-gara fokus pemerintah pindah ke sekolah baru, tenang aja, itu cuma miskonsepsi.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan tegas bilang komitmen mereka buat benerin ekosistem pendidikan nasional itu jalan bareng, bukan pilih salah satu. Pembenahan infrastruktur lama dan pembangunan sekolah baru langsung di gas, nggak ada yang di nomor duakan.

Bukan miskonsepsi

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, angkat bicara soal isu ini.

Menurutnya, pembenahan gedung-gedung lama dan pembangunan fasilitas baru itu berjalan simultan alias bareng-bareng, bukan salah satu doang yang dapet spotlight. Ini jadi bukti kalau negara nggak cuma sibuk bikin yang baru, tapi juga tetap merawat apa yang udah ada.

"Ini adalah tanda bahwa negara membenahi yang lama sekaligus membangun yang baru. Pada tahap awal pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, kami memanfaatkan fasilitas milik Kemendikdasmen dan pemerintah daerah yang sudah ada agar hak belajar anak-anak tidak tertunda hanya untuk menunggu gedung baru selesai dibangun," ungkap Gogot dikutip oleh astakom pada Rabu, (23/09/2026).

Fasilitas diberdayakan

Jadi ceritanya, biar anak-anak nggak stuck cuma buat nunggu gedung baru kelar dibangun, hak belajar mereka tetap harus jalan. Makanya di tahap awal, fasilitas yang udah ada dari Kemendikdasmen dan pemda langsung dipakai. No waiting time, belajar must go on.

Target 500 sekolah

Kemendikdasmen juga bocorin progress terbaru tahun ini ada 35 lokasi yang bakal masuk tahap pembangunan fisik, dan ditargetin bakal mulai nerima murid baru di 2027.

Ini baru starting point dari misi jangka panjang mereka yang menghadirkan sampai 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia pada 2029. Tujuannya biar wajah pendidikan di daerah-daerah bisa berubah secara berkelanjutan, bukan cuma proyek sesaat.

Peluang setara anak bangsa

Yang bikin makin semangat, kualitas dan potensi murid-murid angkatan pertama jadi modal optimisme gede buat pemerintah. Di antara mereka ada lulusan terbaik dari sekolah asal, anak-anak yang punya cita-cita jadi dokter spesialis, sampai talenta on point kayak Pramuka Garuda.

"Kenyataan pada angkatan pertama ini menjadi bukti bahwa talenta unggul Indonesia pada dasarnya tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Mereka hanya menunggu kesempatan yang setara untuk berkembang," pungkas Gogot.

Intinya, talenta hebat itu udah tersebar merata se Indonesia, cuma emang butuh kesempatan yang setara biar bisa berkembang maksimal. Dan lewat program ini, kesempatan itu pelan-pelan mulai dibuka. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Gak ada kata "pilih kasih" di ekosistem pendidikan kita sekarang, karena Kemendikdasmen membuktikan kalau ngerawat yang lama dan bikin yang baru bisa jalan barengan tanpa saling menumbalkan. Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik biasa, tapi bukti nyata kalau potensi dan talenta keren dari seluruh pelosok negeri akhirnya dapet panggung dan kesempatan belajar yang setara tanpa perlu nunggu gedung impiannya selesai dulu.

Kemendikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sekolah perbaiki kerusakan

Infografis

Terkini