DJP Pastiin PPN Nggak Bakal Naik, Tapi Target Pajak 2026 Masih Dibayangi Shortfall

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB
DJP Pastiin PPN Nggak Bakal Naik, Tapi Target Pajak 2026 Masih Dibayangi Shortfall
DJP Pastiin PPN Nggak Bakal Naik, Tapi Target Pajak 2026 Masih Dibayangi Shortfall [astakom/Kemenkeu]

astakom.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan pastiin nggak bakal ada kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau (PPN) selama kepemimpinan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Direktur Jenderal Pajak,  Bimo Wijayanto menegaskan kalau tarif PPN nggak bakal naik.

"Nggak ada (kenaikan PPN), nggak,” kata Bimo kepada awak media setelah konferensi pers APBN KiTa di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini diikuti sama laporan dari Kementerian Keuangan soal penerimaan pajak sampe Agustus 2026 yang berhasil menyentuh angka Rp1.409,9 triliun, atau tumbuh 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year on year (YoY). 

Penerimaan pajak ditopang sama PPh nonmigas

Angka yang diperoleh dari penerimaan pajak ini setara dengan 59,8 persen dari total target APBN 2026 yang sebesar Rp2.357,7 triliun. Dalam konferesi pers APBN KiTa, Menkeu Suahasil  merincikan detail hasil penerimaan pajak dan kinerja penerimaan pajak ini.

Kemenkeu mencatat, penerimaan pajak yang jumlahnya jumbo ini ditopang oleh PPh Nonmigas yang mencapai Rp722,2 triliun atau naik 16,6 persen. 

Selanjutnya PPh Migas menembus Rp39 triliun setara dengan naik 63,8 persen, PPN dan PPnBM Rp591,5 triliun atau naik 38,9 persen. Selanjutnya akumulasi dari serapan PBB dan Pajak Lainnya mencapai Rp56,4 triliun atau terkoreksi 15,7 persen.

Kuatnya konsumsi domestik

Menkeu Suahasil ngespill kalau lonjakan pada penerimaan pos PPN dan PPnBM ini dipengaruhi sama kuatnya tingkat konsumsi domestik dan geliat aktivitas roda ekonomi nasional secara umum yang mengalami peningkatan dan terus menuju arah yang positif.

"Pertumbuhannya ada, transaksinya ada, tadi di slide Anda lihat permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik tumbuh, permintaan mobil dan motor tumbuh karena itu pajak juga menerima," ungkapnya.

Risiko shortfall

Meskipun laju pertumbuhan ekonomi positif ini terindikasi sampai Agustus, pos penerimaan pajak pada 2026 tetap menjadi highlight atau sorotan karena dibayang-bayangi potensi tidak tercapainya target akhir tahun atau shortfall.

Diketahui, proyeksi penerimaan pajak sampe akhir tahun diperkirakan sebesar Rp2.310,8 triliun atau 98 persen dari target Rp2.357,7 triliun. Angka perolehan ini menyisakan indikasi shortfall sekitar Rp46,9 triliun. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

PPN dipastikan belum bakal naik di tengah kepemimpinan Menkeu Suahasil Nazara. Di sisi lain, penerimaan pajak sampai Agustus 2026 sudah tembus Rp1.409,9 triliun atau tumbuh 24,1%, meski proyeksi akhir tahun masih berpotensi shortfall Rp46,9 triliun. Kenaikan PPN dan PPnBM ikut terdorong konsumsi domestik serta aktivitas ekonomi yang makin positif.

PPN DJP Kemenkeu Menkeu Suahasil Bimo Wijayanto APBN KiTa APBN 2026

Infografis

Terkini