Presiden Prabowo Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, 60 Ribu Personel Dikerahkan

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:29 WIB
Presiden Prabowo Minta Penanganan Karhutla Dipercepat, 60 Ribu Personel Dikerahkan
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin sore (12/10/2026).  [Timpres]

astakom.com, Jakarta — Biar dampaknya gak makin red flag buat masyarakat, Presiden RI Prabowo Subianto minta seluruh jajaran pemerintah buat makin memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Gak pake nanti, Ia minta semua sumber daya dikerahkan secara maksimal biar pemadaman bisa super cepat dan lokasinya gak makin meluas.

Instruksi tegas ini disampaikan Prabowo waktu pimpin rapat terbatas soal penanganan karhutla secara hibrida langsung dari Istana Merdeka pada Senin (12/10/2026). 

Biar makin solid, rapat ini juga dihadiri sama Gubernur Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, plus Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dari kedua provinsi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prsiden Prabowo dapet laporan lengkap soal update terkini dan berbagai langkah penanganan karhutla yang udah berjalan di lapangan.

Kalteng dan Sumsel jadi fokus utama

Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai saat ini masih ada sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas yang lagi struggle masuk proses pemadaman. 

Buat saat ini, fokus utama pemerintah emang ditujuin ke penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Biar api cepet padam, pemerintah udah menggenjot operasi darat yang dibantu sama lebih dari 60.177 personel gabungan. 

Angka keberhasilan pemadaman rata-rata bisa nembus lebih dari 80 persen dari total luas lahan yang baru terbakar saban harinya.

Gak cuma lewat jalur darat, pemadaman dari udara juga makin digencarkan biar makin efektif.

"Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman," ujar Sekretaris Kabinet RI, Teddy Indra Wijaya, melalui akun resmi @sekretariat.kabinet, dikutip pada Selasa (13/10/2026).

Kondisi empat provinsi membaik

Di sisi lain, empat provinsi prioritas lainnya yaitu Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan, kondisinya udah nunjukin perkembangan yang jauh lebih baik.

Saat ini pemerintah bakal terus memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) buat manfaatin pertumbuhan awan hujan, jadi proses pemadaman bisa tuntas secara cepat dan menyeluruh.

"Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026," jelas Teddy.

Langkah ini memperlihatkan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat demi memastikan penanganan karhutla berjalan serba optimal. Pemerintah bakal terus siap siaga dan menangani karhutla dengan ngerahin seluruh kekuatan pusat maupun daerah sampai api benar-benar padam tanpa sisa. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan karhutla dipercepat dengan mengerahkan seluruh sumber daya, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Lebih dari 60 ribu personel gabungan dikerahkan melalui operasi darat, pemadaman udara, dan modifikasi cuaca. Sementara itu, empat provinsi prioritas lainnya mulai menunjukkan perbaikan. Koordinasi pusat dan daerah terus diperkuat agar kebakaran segera tuntas, dampak terhadap masyarakat dan lingkungan bisa ditekan, serta risiko meluasnya api dapat diminimalkan.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan ratas Rapat Terbatas

Infografis

Terkini