Defisit APBN Tembus Rp319 T, Suahasil Tegaskan Bukan Tekor, Masih On Track
astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahsil Nazara, ngespill kalau realisasi dan outlook asumsi dasar ekonomi makro 2026 tetap aman. Kondisi defisit negara yang dilaporkan itu bukan menunjukkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN sekarang dalam kondisi tekor.
Dalam laporan yang dipaparkan oleh jajaran Kementerian Keuangan, realisasi dan outlook asumsi dasar ekonomi makro 2026 ada dalam kondisi Manageable atau ter kelola dengan baik, sesuai desain yang telah ditetapkan dalam postur APBN.
Diketahui sampai dengan tanggal 30 September 2026 pendapatan negara tumbuh tinggi sebanyak 25,5 persen secara year-on-year (YoY) atau rentang tahunan. Angkanya yakni mencapai Rp2.341,5. Sedangkan tahun 2025 di bulan yang sama, pendapatan negara ada di angka Rp1.865,9.
Belanja negara tumbuh
Selanjutnya belanja negara juga mengalami peningkatan atau tumbuh sebanyak 19 persen YoY. Defisit juga masih di angka yang relatif terkendali yaitu 1,24 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), dari batas yang ditetapkan dalam APBN yakni sebanyak 2,4 persen. Angka ini sama dengan defisit APBN sebesar Rp319,0 Triliun.
"Kenapa belanja meningkat karena hanga minyak meningkat, sehingga kita harus membayar subsidi lebih besar. Ini menjadi cara kita mengelola APBN yang harus kita lakukan balancing terus-menerus,"
"Belanja negara meningkat 19 persen, telah keluar Rp2.660,5 triliun, sekitar 69 persen dari target APBN," kata Suahasil.
Didesain ada percepatan belanja
Dia menyebutkan kalau angka ini masih terbilang on track dan sehat. Angka ini juga disebabkan karena memang ada percepatan belanja.
Menurut Suahasil desain ini memang dijalankan pemerintah karena pemerintah nggak mau belanja negara terlalu terkumpul di bulan Desember, bahkan pemerintah merancangnya supaya belanja bisa berjalan lebih smooth.
"Jadi ini on track, bukan APBN saat ini seakan-akan tekor," katanya.
"APBN kita desain defisit kenapa karena kita ingin belanja saat ini dengan supaya manfaat bagi masyarakat itu bener-bener maksimal dari hari ke hari," kata Suahasil. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Menkeu Suahasil Nazara mencatat pendapatan negara tumbuh 25,5% menjadi Rp2.341,5 triliun hingga 30 September 2026, sementara belanja negara naik 19% menjadi Rp2.660,5 triliun. Defisit APBN sebesar Rp319 triliun atau 1,24% terhadap PDB juga masih di bawah batas 2,4%. Suahasil menegaskan, kondisi ini bukan berarti APBN tekor, karena percepatan belanja memang dirancang agar manfaat anggaran bisa dirasakan masyarakat secara bertahap, bukan menumpuk di akhir tahun.









