Kemenpar Spill Cara Pimpinan Hadapi AI hingga Serangan Siber di Era Tourism 5.0

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:07 WIB
Kemenpar Spill Cara Pimpinan Hadapi AI hingga Serangan Siber di Era Tourism 5.0
Kemenpar Spill Cara Pimpinan Hadapi AI hingga Serangan Siber di Era Tourism 5.0 (Dok. Kemenpar)

astakom.com, Jakarta – Perkembangan AI ikut mengubah cara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan jajaran pimpinannya. Bukan cuma belajar teknologi, para pejabat tinggi juga dibekali pemahaman soal risiko digital hingga simulasi menghadapi skenario serangan siber.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Pariwisata pada Kamis (08/10/2026), pembekalan tersebut dilakukan melalui Pelatihan Literasi Digital, Pemanfaatan AI, dan Cyber Security bagi Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, menjadi bagian dari upaya Kemenpar mendorong transformasi digital dan penerapan Tourism 5.0 dalam tata kelola pariwisata.

Bukan sekadar belajar pakai AI

Kemenpar memandang Tourism 5.0 bukan sekadar memindahkan aktivitas ke sistem digital. Teknologi, data, dan AI diarahkan untuk membuat proses kerja lebih efektif sekaligus mendukung pengalaman pariwisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan transformasi digital telah mengubah pola kerja pemerintah, termasuk dalam pengambilan keputusan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Transformasi digital telah mengubah cara pemerintah bekerja, mengambil keputusan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi Kementerian Pariwisata, transformasi ini menjadi semakin penting seiring dengan penerapan Tourism 5.0 sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku wisatawan,” kata Bayu Aji.

Karena itu, para pimpinan perlu memahami teknologi yang relevan, potensi AI, serta risiko digital yang menyertainya.

“Pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan digital leadership di lingkungan Kementerian Pariwisata. Para pimpinan perlu memiliki pemahaman yang memadai untuk menentukan teknologi yang relevan, memahami bagaimana AI dapat memberikan nilai tambah, serta memastikan berbagai risiko digital dapat dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ada simulasi serangan siber

Pelatihan ini tidak berhenti pada pemaparan materi. Kemenpar juga menggunakan simulasi berbasis diskusi dengan skenario krisis atau serangan siber.

Para pejabat tinggi dilatih merespons insiden, mengenali celah keamanan, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber. Simulasi tersebut juga mengacu pada Emergency Response Plan (ERP) dan Business Continuity Plan(BCP) untuk mendukung kualitas kebijakan serta pengambilan keputusan dalam situasi krisis.

Untuk mendukung pembekalan, Kemenpar menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Materinya mencakup literasi digital, pemanfaatan AI, dan keamanan siber.

Keamanan ikut jadi perhatian

Seiring makin banyaknya data dan proses kerja yang terdigitalisasi, Kemenpar juga menyoroti keamanan informasi, perlindungan data, pengendalian akses, serta ketahanan sistem terhadap ancaman siber.

Bayu menegaskan keamanan siber bukan hanya urusan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.

“Teknologi harus kita tempatkan sebagai enabler, sementara kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan tetap menjadi fondasi utamanya,” ujar Bayu.

Kemenpar berharap pengetahuan dari pelatihan tersebut dapat diterapkan dalam proses bisnis, pelayanan publik, pengambilan keputusan, serta berbagai program prioritas kementerian.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi digital dan implementasi Tourism 5.0, sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak,” ujarnya. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Tourism 5.0 bukan cuma soal memakai AI dan teknologi digital. Kemenpar juga menyiapkan pimpinan agar memahami manfaatnya, membaca risikonya, dan lebih siap ketika sistem menghadapi ancaman siber.

Era Tourism 5.0 Tourism Tourism 5.0 Teknologi AI cyber Security Kemenpar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Perkembangan AI

Infografis

Terkini