Jemaah Haji Auto Tenang! Komisi VIII DPR Minta Kualitas Fasilitas Armuzna dan Istitha’ah Kesehatan Makin Well-Prepared

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 8 Oktober 2026 | 15:02 WIB
Jemaah Haji Auto Tenang! Komisi VIII DPR Minta Kualitas Fasilitas Armuzna dan Istitha’ah Kesehatan Makin Well-Prepared
121 Ribu Lebih Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Reminder Jaga Kemabruran Sepanjang Hayat. [Dok. Kemenhaj]

astakom.com, Jakarta - Komisi VIII DPR RI menegaskan bahwa setiap penyesuaian anggaran penyelenggaraan haji wajib dibarengi sama peningkatan kualitas pelayanan di lapangan. Fokus perhatian utama diarahkan langsung pada pelayanan jamaah pas berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Lewat peningkatan kontrak layanan Masyair Paket C, Komisi VIII mendorong perbaikan menyeluruh mulai dari akomodasi, fasilitas, konsumsi, transportasi, sanitasi, hingga aspek kenyamanan jamaah selama menjalankan ritual krusial di Armuzna.

Check-up kesehatan sejak dini, syarat istitha’ah jemaah bikin ibadah makin aman

Bukan cuma urusan akomodasi di Tanah Suci, Komisi VIII juga menumpuk perhatian pada kepastian istitha’ahkesehatan sebagai bagian penting yang nggak boleh lolos. Kemampuan fisik dan kesehatan jamaah buat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji secara aman harus dipastikan sejak sebelum hari keberangkatan. 

Pemeriksaan kesehatan serta pendampingan khusus buat jamaah lanjut usia (lansia) dan jamaah berisiko tinggi wajib dijalankan secara serius dan terintegrasi, mulai dari koordinasi layanan kesehatan di Tanah Air sampai jamaah tiba di Arab Saudi.

Imbauan pelunasan bipih tepat waktu demi kuota maksimal

Mengenai kelancaran seluruh tahapan, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang berharap para jamaah yang masuk daftar berhak berangkat bisa langsung tancap gas mempersiapkan diri dan merampungkan pelunasan Bipih sesuai jadwal. Pelunasan tepat waktu ini krusial banget biar seluruh skema penyelenggaraan berjalan mulus dan kuota haji nasional bisa terserap optimal.

“Pelunasan tepat waktu menjadi penting agar seluruh tahapan penyelenggaraan haji dapat berjalan dengan baik dan kuota haji nasional dapat terserap secara optimal,” ujar Marwan dikutip laman resmi DPR, Kamis (08/10/2026).

Komisi VIII juga mendesak Kementerian Haji dan Umrah RI buat membagikan informasi transparan terkait daftar jamaah, mekanisme pelunasan, syarat kesehatan, hingga alur keberangkatan secara jelas dan gampang dipahami publik. 

Sebelumnya, Komisi VIII DPR RI bareng Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M sebesar Rp 98.466.351,35 per jemaah dalam pembahasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (07/10/2026). Angka ini mengalami kenaikan sekitar Rp11,06 juta jika dibandingkan dengan BPIH Tahun 1447 H/2026 M yang berada di angka Rp87.409.365,45.

Uniknya, walau secara total BPIH membengkak, beban Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jamaah justru mengalami penurunan sekitar Rp 184.982 per orang. Langkah ini diambil buat menjaga keseimbangan antara keterjangkauan ongkos jamaah, keberlanjutan alokasi dana haji, serta kualitas layanan.

Skema komposisi BPIH 2027 dan penggunaan nilai manfaat

-Bipih Jamaah (55,50%): Rata-rata Bipih ditetapkan sebesar Rp 54.648.825 per jamaah. Dana ini dipakai buat menutup penerbangan, sebagian layanan fullboard syarikah, dan living cost jamaah selama di Tanah Suci.

-Nilai Manfaat (44,50%): Dukungan nilai manfaat pengelolaan keuangan haji rata-rata mencapai Rp 43.817.526,35 per jamaah, dengan total alokasi nilai manfaat secara keseluruhan menembus Rp 8.832.956.049.415,94.

-Virtual Account Jamaah Tunggu: Panja BPIH menyetujui sisa nilai manfaat virtual account sekitar Rp 2,6 triliun yang bakal disalurkan ke sekitar 5,5 juta jamaah dalam daftar tunggu.

-Jamaah Haji Khusus: Penggunaan nilai manfaat haji khusus untuk tahun 1448 H/2027 M disepakati di angka Rp 4.101.108.000. (RaM)

Gen Z Takeaway

Upaya Komisi VIII DPR RI bareng Pemerintah yang fokus mengawal peningkatan fasilitas Armuzna dan memperketat syarat istitha'ah kesehatan ini bener-bener jadi bukti nyata kalau keselamatan dan kenyamanan ibadah para jamaah di Tanah Suci itu nomor satu, ngebuktiin kalau persiapan haji mendatang dibuat makin well-prepared dan bebas khawatir.

Haji 2026 Jemaah Haji Indonesia Kementerian Haji dan Umrah BPIH Biaya Haji Armuzna Komisi VIII DPR

Infografis

Terkini