Gaspol! IEU-CEPA Ditargetkan Berlaku Januari 2027, Ratifikasi Dikebut

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 7 Oktober 2026 | 07:08 WIB
Gaspol! IEU-CEPA Ditargetkan Berlaku Januari 2027, Ratifikasi Dikebut
Gaspol! IEU-CEPA Ditargetkan Berlaku Januari 2027, Ratifikasi Dikebut (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan patok target implementasi kesepakatan dagang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) berlaku mulai Januari 2027, tahun depan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso atau yang akrab disapa Mendag (Busan) ngespill kalau pihaknya memasang target supaya semua proses ratifikasinya selesai pada akhir Desember.

Kalau prosesnya sudah berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam perjanjian ini bisa efektif berlaku pada Januari 2027. Langkah ept ini menjadi penting banget karena fasilitas preferensi tarif lewat Generalized System of Preference (GSP) dari Uni Eropa bakal segera berakhir.

"Nanti ratifikasi kita percepat, mudah-mudahan akhir Desember selesai, sehingga per Januari sudah berlaku,” kata Mendag Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, pada Selasa (06/10/2026).

Ditandatangani dulu

Dia menekankan kalau yang terpenting saat ini adalah rampung ditandatangani dulu. Pemerintah Indonesia punya target kalau perjanjian dagang strategis ini bisa kelar di akhir Oktober 2026.

Apalagi kalau urusan dokumen yang melibatkan bahasa Indonesia dari pihak sana berjalan mulus dan selesai dalam waktu dekat ini, maka agendanya akan berjalan sesuai harapan Indonesia, dan penandatanganan IEU CEPA bisa berlangsung di akhir Oktober 2026.

“Ya jadi memang makanya kita kejar supaya akhir Oktober ditandatangani ya. Kemarin kita juga ketemu Menteri Perdagangan Prancis waktu G20 untuk memastikan, karena sebenarnya yang belum selesai itu di EU,” katanya.

Kendala bahasa

Busan ngespill kalau kendala kesepakatan dagang IEU CEPA sekarang ini, pihak Eropa belum kasih keputusan penggunaan bahasa pada dokumen perjanjian tersebut. Sedangkan pihak Indonesia menginginkan agar dokumen IEU CEPA cukup diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

“Kalau kita kan yang mau ditandatangani kan maunya kita Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Cuma mungkin di sana (Uni Eropa) belum sepakat mungkin ya, apakah cukup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris atau mereka harus diterjemahkan ke semua (bahasa negara Uni Eropa),” ungkap Busan.

Menko kasih target selesai Oktober

Sebelumnya, Mendag Busan menghadiri G20 di Amerika Serikat baru-baru ini. Dari hasil pertemuan Kemendag dengan pihak Uni Eropa pada G20 di Milwaukee, Amerika Serikat (AS), beberapa waktu lalu, Busan ngespill kalau ada potensi dokumen tersebut akan ditulis cukup dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga speak up soal target proses perundingan teknis dokumen penting ini bisa rampung sepenuhnya pada bulan Oktober ini, sehingga tahap ratifikasi dapat segera dieksekusi tanpa hambatan berarti.

"Tentu dengan Jerman dan beberapa negara Eropa, kita menantikan finalisasi daripada dokumen untuk IEU-CEPA yang diharapkan bisa diselesaikan di Oktober ini, sehingga Indonesia berharap bahwa proses ratifikasi bisa segera dilaksanakan," tegas dia. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

IEU CEPA ditargetkan mulai berlaku Januari 2027, dengan proses ratifikasi dikebut agar selesai akhir Desember. Sebelum itu, pemerintah mengejar penandatanganan pada akhir Oktober 2026, sementara Indonesia dan Uni Eropa masih membahas format bahasa dalam dokumen perjanjian. Kesepakatan ini jadi penting karena fasilitas tarif GSP dari Uni Eropa bakal segera berakhir, jadi pemerintah ingin transisinya mulus tanpa jeda.

IEU-CEPA Generalized System of Preference (GSP) Mendag Budi Santoso Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Infografis

Terkini