Wuih, IEU-CEPA Dikebut! Jerman Berkomitmen Perkuat Investasi di Indonesia

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 4 Oktober 2026 | 12:01 WIB
Wuih, IEU-CEPA Dikebut! Jerman Berkomitmen Perkuat Investasi di Indonesia
Wuih, IEU-CEPA Dikebut! Jerman Berkomitmen Perkuat Investasi di Indonesia (Dok. Kemenko Perekonomian)

astakom.com, Jakarta - Kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman dipastikan bakal makin solid. Dubes Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, secara tegas menyatakan komitmen penuh negaranya untuk terus mendampingi Indonesia dalam berbagai sektor krusial, mulai dari akselerasi investasi teknologi tinggi, transisi energi hijau, hingga dorongan kuat terhadap Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Pernyataan tersebut dibagikan oleh Ralf Beste saat diwawancarai usai seremoni meriah peringatan Hari Persatuan Jerman ke-36 yang dilangsungkan di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Jumat silam (02/10/2026).

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perayaan reunifikasi negara tersebut, tetapi juga cerminan eratnya hubungan bilateral ekonomi kedua negara yang kini telah berjalan hingga usia 74 tahun.

"Hari ini kita memperingati Hari Penyatuan Kembali Jerman. 36 tahun yang lalu, negara kami bersatu kembali. Namun kami juga merayakan tahun yang sangat sukses dalam hubungan Jerman-Indonesia," kata Ralf Beste.

Kontribusi nyata: dari teknologi LRT sampai energi hijau

Hubungan kedua negara ini bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan terbukti nyata lewat kontribusi masif industri asal Jerman di tanah air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, membeberkan bahwa nilai perdagangan bilateral kini sudah menembus angka lebih dari USD6 miliar dengan akumulasi investasi menyentuh sekitar USD1,23 miliar sejak 2021. Tercatat ada lebih dari 250 perusahaan Jerman yang saat ini beroperasi di Indonesia.

Beste merinci, kontribusi industri teknologi Jerman mencakup berbagai proyek vital yang bersentuhan langsung dengan mobilitas publik dan energi berkelanjutan di berbagai wilayah.

“Saya pikir ini adalah industri Jerman yang berkontribusi dengan teknologi. Baik itu dalam teknologi persinyalan LRT, baik itu dalam daya tenaga surya, proyek transisi energi, pembangunan jaringan listrik di Sulawesi misalnya, teknologi untuk menjalankan proyek energi terbarukan, dan kerja sama secara keseluruhan dalam Just Energy Transition Partnership (JETP),” ucap dia.

Menimpali hal tersebut, Menko Airlangga turut menyambut positif inisiatif hijau yang digalang bersama.

“Jerman juga menginisiasi beberapa program dalam energy transition, antara lain Just Energy Transition Partnership yang diluncurkan pada saat KTT G20 di Bali yang lalu,” papar Airlangga.

Kejar target IEU-CEPA

Selain infrastruktur dan energi terbarukan, fokus besar berikutnya diarahkan pada penyelesaian perundingan perdagangan bebas IEU-CEPA. Sebagai negara terbesar di Uni Eropa, Jerman berada di garda terdepan untuk mendukung penuh proses tersebut agar segera tuntas.

"Hal lainnya adalah kerja sama dalam hal negosiasi IEU-CEPA, di mana Jerman merupakan negara terbesar di Uni Eropa. Kami mendukung negosiasi Uni Eropa-Indonesia (IEU-CEPA) yang dipimpin di pihak Indonesia oleh Pak Airlangga. Jadi ini adalah perdagangan, energi, dan kami siap menyediakan sangat banyak investasi teknologi tinggi di Indonesia," kata Beste.

Bidik awal tahun perjanjian bisa diimplementasikan

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan seluruh proses perundingan teknis dokumen penting ini bisa rampung sepenuhnya pada bulan Oktober ini, sehingga tahap ratifikasi dapat segera dieksekusi tanpa hambatan berarti.

"Tentu dengan Jerman dan beberapa negara Eropa, kita menantikan finalisasi daripada dokumen untuk IEU-CEPA yang diharapkan bisa diselesaikan di Oktober ini, sehingga Indonesia berharap bahwa proses ratifikasi bisa segera dilaksanakan," tegas dia.

Jika semua tahapan berjalan mulus sesuai rencana, pemerintah membidik implementasi penuh dari perjanjian dagang strategis ini sudah bisa dirasakan mulai awal tahun depan.

"Kalau proses ratifikasinya berjalan, Indonesia berharap bahwa di awal Januari nanti perjanjian ini bisa diimplementasikan," pungkas Airlangga. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia dan Jerman makin no debat dalam memperkuat kerja sama ekonomi. Jerman siap gaspol dukung investasi teknologi tinggi, transisi energi hijau, sampai penyelesaian IEU-CEPA yang ditargetkan rampung Oktober dan bisa mulai diimplementasikan awal 2027. Dengan perdagangan bilateral sudah tembus lebih dari USD6 miliar dan investasi sekitar USD1,23 miliar sejak 2021, kolaborasi kedua negara jelas makin serius dan strategis.

IEU-CEPA Indonesia-Jerman Kemitraan Global Kemitraan Ekonomi Strategis Investasi Hijau Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Infografis

Terkini