Madinah Target Serangan Drone? OKI dan Negara Arab Kecam Houthi!
astakom.com, Jakarta – Serangan drone yang menyasar gardu distribusi listrik di Madinah, Arab Saudi, sukses bikin geger kawasan Timur Tengah. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bareng sederet negara Arab pun nggak tinggal diam dan langsung melayangkan kecaman keras atas insiden yang dikaitkan dengan kelompok Houthi tersebut.
Kronologi & dampak serangan
Gelombang protes dari OKI, Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Kuwait, hingga Bahrain pecah pada Kamis, (01/10/2026). Hal ini merespons kabar dari pemerintah Arab Saudi yang menyatakan Gardu Distribusi Listrik Taiba mendadak jadi sasaran empuk serangan. Padahal, fasilitas vital tersebut punya peran krusial buat memasok aliran listrik ke Masjid Nabawi di Madinah.
Kecaman keras OKI & Arab
Lewat Sekretariat Jenderalnya, OKI menegaskan sikap mereka yang “mengecam dan mengutuk keras” aksi penerobosan tersebut.
“Penargetan infrastruktur dan fasilitas vital di Madinah sebagai 'eskalasi berbahaya dan pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian situs-situs suci', serta pelanggaran terhadap hukum dan norma internasional dan kemanusiaan,” tutur organisasi tersebut, dilansir dari Anadolu pada Jumat, (02/10/2026).
Bukan cuma marah, OKI juga pasang badan dan memberikan dukungan penuh kepada Arab Saudi untuk mengeksekusi tiap kebijakan demi mengamankan wilayah, menjaga stabilitas, merawat situs suci Islam, serta melindungi seluruh warga dan penghuni di sana.
Kecaman serupa menggema dari negara-negara tetangga. UEA secara tegas menyebut manuver drone itu sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ancaman terhadap keamanan dan stabilitasnya”. Abu Dhabi pun auto-support terhadap semua langkah pertahanan yang diambil Riyadh.
Setali tiga uang, Yordania menilai insiden ini sebagai aksi nekad yang menabrak hukum internasional serta Piagam PBB. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania Fuad Majali menekankan solidaritas mutlak negaranya buat Kerajaan Arab Saudi dalam membentengi kawasan, institusi, hingga masyarakatnya.
Sementara itu, Kuwait menyoroti dampak emosional di balik penargetan fasilitas listrik Masjid Nabawi ini.
“Serangan semacam itu merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi, hukum internasional dan hukum humaniter internasional, sekaligus memprovokasi perasaan umat Muslim di seluruh dunia dan mengancam kesucian situs-situs suci Islam,” ucap Kementerian Luar Negeri Kuwait.
Dari Manama, Bahrain ikut menyemprot serangan berkelanjutan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi. Mendukung penuh hak pertahanan diri Riyadh, Bahrain mendesak Dewan Keamanan PBB untuk action dan mengambil sikap tegas, termasuk mengawal implementasi Resolusi 2216 tahun 2015 serta Resolusi 2817 tahun 2026.
Bukti keterlibatan Houthi
Sebenarnya, kabar penyerangan ini diungkap lebih dulu oleh koalisi pimpinan Arab Saudi. Juru bicara koalisi, Mayjen Turki al-Maliki, membeberkan kalau hantaman drone terjadi pada Selasa dini hari. Efeknya, ada satu transformator yang lumpuh total, meski untungnya aliran listrik wilayah secara keseluruhan masih aman terkendali.
Al-Maliki mengungkapkan kalau hasil analisis menyeluruh, data navigasi, hingga reruntuhan drone yang dikumpulkan “membuktikan keterlibatan milisi Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan ini”.
Bukan insiden pertama
Ia menyayangkan tindakan kelompok tersebut yang nekat membidik fasilitas publik penyokong daya Masjid Nabawi, sembari menyebutnya sebagai bagian dari agenda bertubi-tubi untuk mengusik Dua Masjid Suci. Di sisi lain, pihak Houthi sendiri terpantau masih mengunci rapat mulut mereka dan belum merilis tanggapan resmi hingga pukul 18.45 GMT.
Insiden panas ini rupanya bukan yang pertama. Mundur sedikit ke tanggal 15 September, sistem pertahanan udara Arab Saudi juga sempat mencegat dan menyapu bersih sebuah drone yang diduga milik Houthi di area selatan Makkah, tepat sebelum wahana tanpa awak itu merangsek masuk ke zona udara terbatas kota suci tersebut. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Fix isu tensi geopolitik Timur Tengah makin escalate parah! Serangan drone ke gardu listrik Madinah yang nyaris memadamkan Masjid Nabawi ini bukan sekadar konflik wilayah biasa, tapi udah menyeberangi red line karena mengancam fasilitas situs suci umat Muslim. Kompaknya OKI dan negara-negara Arab buat pasang badan ngebuktiin kalau stabilitas keamanan di area suci adalah harga mati yang nggak bisa diganggu gugat.








