Bukan Soal Ada Gawai atau Nggak, Ini Tanda Gadget Mulai Ganggu Anak
astakom.com, Jakarta - Ketergantungan pada teknologi bikin anak-anak makin gampang terpapar layar (screen time), apalagi pas orang tua lagi bekerja dari rumah (work from home) dan sibuk menyelesaikan tugas pakai gawai. Menurut psikolog anak dan keluarga Saskhya Aulia Prima, kondisi ini sebenarnya nggak otomatis jadi masalah, asalkan penggunaan layar tidak berubah menjadi kebiasaan utama anak.
Dalam acara festival parentalk di Tangerang, Saskhya spillpentingnya konsistensi aturan di rumah biar screen time anak tetap terarah dan proporsional sesuai usianya.
Konsistensi aturan screen time dan penggunaan gawai yang fleksible
Saskhya menjelaskan kalau orang tua perlu paham batasan sehat penggunaan gawai sesuai dengan usia anak. Namun, konsistensi aturan bukan berarti kaku 100 persen.
Dalam pengasuhan, selalu ada situasi tertentu yang bikin gawai jadi pilihan sementara, contohnya saat:
- Orang tua harus mengikuti rapat atau menyelesaikan pekerjaan.
- Orang tua lagi melakukan perjalanan jauh bareng anak.
- Pengasuh anak lagi keluar/berhalangan.
Dalam kondisi seperti ini, anak boleh diberi akses gawai secara terbatas. "Konsisten itu kan nggak selalu full, kadang yang menjaga anak lagi keluar dan kita (orang tua) kerja. Sesuatu yang sementara itu sebenarnya nggak akan terlalu berpengaruh, kecuali berubah menjadi permanen," ujar Saskhya dikutip Sabtu (3/10/2026).
Jangan sampai gadget berubah jadi aktivitas utama anak
Saskhya menegaskan kalau gawai sebaiknya cuma jadi salah satu opsi dari sekian banyak aktivitas anak, bukan solusi utama. Masalah baru muncul ketika solusi yang tadinya cuma sementara malah bergeser jadi kebiasaan harian dan bikin gawai jadi kegiatan utama.
"Makanya bukannya kita boleh pakai gadget, tapi gadget is one of the things yang bisa menstimulasi anak, hanya salah satu," jelasnya.
Langkah konkret buat orang tua: sediakan opsi aktivitas lain
Biar anak nggak ketergantungan sama layar buat hiburan atau pengalihan perhatian, orang tua disarankan buat menyiapkan berbagai alternatif kegiatan:
- Aktivitas Fisik & Luar Rumah: Mengajak anak bermain atau beraktivitas di luar rumah sesuai usianya.
- Rencana Kegiatan Akhir Pekan: Menyiapkan rangkaian kegiatan seru yang bisa dilakukan bareng saat orang tua punya waktu luang atau saat weekend.
Saskhya juga mengingatkan kalau ngasih screen time di situasi tertentu bukan berarti orang tua gagal dalam menerapkan pola asuh (parenting). Yang paling krusial adalah memastikan penggunaan gawai cuma bersifat sementara dan jadi salah satu pilihan, bukan satu-satunya cara buat menenangkan, menghibur, atau mengalihkan perhatian anak. (RaM)
Gen Z Takeaway
Penggunaan gadget pada anak sebenarnya nggak otomatis jadi problem selama orang tua tetap konsisten menjaga batas screen time sesuai usia dan nggak menjadikan gawai sebagai aktivitas utama harian, di mana psikolog Saskhya Aulia Prima spill kalau pemberian gawai dalam kondisi darurat seperti pas orang tua rapat atau perjalanan jauh itu sah-sah aja asal bersifat sementara.









