WhatsApp Bikin Kontrol Orang Tua untuk Remaja, Ada PIN dan Notifikasi Grup
astakom.com, Techno – WhatsApp mulai memperluas cara orang tua mendampingi anak remaja saat menggunakan aplikasi pesan. Lewat kontrol baru, orang tua bisa mengatur sejumlah pengalaman WhatsApp anak, mulai dari privasi akun, aktivitas grup, Saluran, Status, hingga penggunaan Meta AI.
Melansir dari blog resmi WhatsApp pada Kamis, (01/10/2026), fitur tersebut bersifat opsional dan dirancang untuk digunakan orang tua bersama anak remaja. WhatsApp mengatakan kontrol ini dibuat agar keluarga bisa menentukan pengaturan yang sesuai tanpa harus membuat komunikasi remaja terasa terus diawasi.
Privasi akun bisa diatur
Orang tua kini dapat menentukan sejumlah pengaturan privasi untuk akun remaja. Beberapa di antaranya mencakup siapa yang bisa melihat foto profil serta siapa yang dapat menambahkan anak ke grup.
Jika remaja ingin mengubah pengaturan yang sudah ditentukan, perubahan tersebut membutuhkan persetujuan orang tua melalui PIN yang sebelumnya dibuat.
Jadi, orang tua tetap punya kendali pada pengaturan tertentu, tetapi remaja masih menjadi bagian dari proses menentukan bagaimana mereka menggunakan WhatsApp.
Aktivitas grup ikut terpantau
WhatsApp juga menambahkan notifikasi agar orang tua bisa mendapatkan informasi mengenai aktivitas grup anak remaja.
Notifikasi akan muncul ketika remaja bergabung atau keluar dari grup. Orang tua juga dapat menerima pemberitahuan ketika jumlah anggota grup yang diikuti anak remaja bertambah secara signifikan.
Selain grup, pengaturan baru ini mencakup fitur Saluran atau Channel serta Status. Orang tua dapat menentukan bagaimana remaja menggunakan Saluran, pembaruan Status siapa yang dapat dilihat anak, dan siapa yang bisa melihat Status milik anak remaja.
Meta AI punya opsi terbatas
Kontrol baru WhatsApp juga menyentuh penggunaan Meta AI. Orang tua dapat memilih pengalaman Meta AI yang dianggap sesuai untuk anak remaja, dengan dua pilihan yang disebut WhatsApp dalam pengumuman resminya.
Pengaturan tersebut mencakup opsi default 13+ dan "Konten Terbatas" yang dirancang dengan pembatasan lebih ketat.
WhatsApp menyebut fitur ini baru menjadi langkah awal. Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan masukan dari keluarga.
Di sisi lain, kontrol tersebut tetap bersifat opsional. Orang tua dapat menyesuaikan tingkat dukungan yang dibutuhkan anak remaja, termasuk mengubah atau menonaktifkan pengaturan kapan saja.
WhatsApp juga menegaskan bahwa aktivasi kontrol orang tua tidak mengubah privasi pesan dan panggilan pribadi. Percakapan tetap dilindungi enkripsi end-to-end, sehingga WhatsApp mengatakan tidak ada pihak di luar percakapan, termasuk WhatsApp, yang dapat melihat atau mendengarkan isi komunikasi tersebut. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
WhatsApp kini memberi orang tua lebih banyak alat untuk mendampingi aktivitas digital remaja, tanpa membuka isi chat pribadi mereka.









