Resmi! Indonesia Jadi Tuan Rumah MABIMS ke-50, Ini Agenda Utamanya

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 29 September 2026 | 22:31 WIB
Resmi! Indonesia Jadi Tuan Rumah MABIMS ke-50, Ini Agenda Utamanya
Resmi! Indonesia Jadi Tuan Rumah MABIMS ke-50, Ini Agenda Utamanya (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Indonesia resmi ditunjuk jadi tuan rumah Pertemuan Pejabat Tinggi alias Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Agenda krusial ini bakal digelari langsung di Jakarta pada 1–4 November 2026 mendatang.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kalau MABIMS punya peran yang amat strategis sebagai wadah buat mempererat kolaborasi keagamaan antarnegara di Asia Tenggara. Kemiripan karakter masyarakat hingga tantangan yang dihadapi tiap negara justru bisa jadi modal utama buat saling berbagi pengalaman dan best practice.

“MABIMS harus menjadi ruang yang semakin produktif untuk mempertemukan pengalaman negara-negara di kawasan. Kita memiliki banyak kesamaan, tetapi masing-masing juga mempunyai praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan bersama untuk kemaslahatan umat,” ungkap Menag, Selasa (29/09/2026).

Kolaborasi 4 Negara

Pertemuan SOM MABIMS ke-50 ini siap dihadiri oleh utusan resmi dari 4 negara anggota. Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura masing-masing bakal memboyong 5 perwakilan delegasi ke Jakarta.

Aksi Konkret MABIMS

Gagasan besar dari forum internasional ini tak sekadar jadi ajang kumpul rutin, melainkan jembatan untuk membedah berbagai isu keislaman sekaligus memantapkan koordinasi lintas negara secara berkelanjutan.

Menag pun menaruh harapan besar agar sinergi MABIMS tidak jalan di tempat atau sebatas wacana di meja birokrasi, melainkan mampu melahirkan terobosan nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh publik.

“Kerja sama keagamaan akan semakin bermakna ketika hasil pembicaraan kita dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kita perlu mempertemukan gagasan dengan praktik-praktik konkret yang telah terbukti memberikan manfaat di masing-masing negara,” ucap Nasaruddin.

Seminar Khairu Ummah

Di tengah perjumpaan SOM ke-50, ada pula agenda seminar bertajuk “Khairu Ummah: Praktik Baik Membangun Masyarakat Islam Berkeadaban.” Sesi ini dirancang khusus untuk membedah rekam jejak tiap negara anggota dalam membina kehidupan sosial kemasyarakatan berbasis keislaman.

Landasan tema tersebut memosisikan pembangunan umat secara utuh, bukan hanya berfokus pada soal kehidupan keagamaan semata, melainkan juga mengaplikasikan nilai-nilai spiritual ke dalam ruang publik yang damai, produktif, serta berkeadaban.

Menag menilai tantangan zaman yang dihadapi umat Muslim saat ini makin kompleks dan overflow, sehingga butuh kerja sama kolektif alih-alih berjuang sendirian. Kemitraan regional inilah yang membuka ruang dialog untuk menyelaraskan perspektif sekaligus memperkaya pendekatan tiap negara.

Keberlanjutan Sinergi Regional

“Kita ingin masyarakat Islam di kawasan ini tidak hanya kuat dalam kehidupan keagamaannya, tetapi juga mampu menghadirkan nilai agama dalam membangun perdamaian, kepedulian, dan peradaban. Semangat khairu ummah harus mempunyai dampak nyata dalam kehidupan bersama,” ungkap Menag.

Ajang SOM ke-50 ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam merawat keberlanjutan jejaring MABIMS. Lewat pertukaran gagasan dan aksi nyata, keempat negara serumpun ini diharapkan bisa merumuskan respons bersama untuk menjawab dinamika sosial dan keagamaan yang terus berkembang di kawasan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Bukan sekadar ajang kumpul antarnegara, MABIMS ke-50 di Jakarta ini jadi bukti kalau kolaborasi regional itu kunci biar solusi atas tantangan zaman nggak jalan di tempat. Lewat pertukaran best practice dan aksi nyata, empat negara serumpun ini membuktikan kalau nilai keagamaan bisa bikin kehidupan sosial makin damai, inklusif, dan relevan buat anak muda.

MABIMS MABIMS ke 50 kerja sama Asia Tenggara ASEAN

Infografis

Terkini