Masih Ingat MTV? Masih Eksis, tapi Era Video Musik 24 Jam Sudah Berubah

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 29 September 2026 | 05:08 WIB
Masih Ingat MTV? Masih Eksis, tapi Era Video Musik 24 Jam Sudah Berubah
Masih Ingat MTV? Masih Eksis, tapi Era Video Musik 24 Jam Sudah Berubah (Ilustrasi / Pexels)

astakom.com, Jakarta – Jauh sebelum YouTube, TikTok, Spotify, dan platform streaming menjadi tempat andalan mencari musik, MTV pernah menjadi salah satu nama yang paling dekat dengan keseharian anak muda. Video klip, VJ, countdown, hingga tren pop culture hadir dari satu layar televisi dan ikut membentuk selera generasi pada masanya.

Di Indonesia, perjalanan MTV sudah dimulai sejak 1995 ketika MTV Asia hadir melalui salah satu siaran tv. MTV kemudian berkembang menjadi MTV Indonesia pada 2002 dan menghadirkan berbagai program musik yang dekat dengan penonton lokal.

Buat generasi yang tumbuh di era tersebut, MTV bukan sekadar channel untuk memutar lagu. Dari layar itu, penonton bisa mengenal musisi baru, mengikuti tangga lagu, menunggu video klip favorit, sampai melihat musik beririsan dengan fashion dan gaya hidup anak muda.

Dulu nungguin video klip

Pada era televisi masih menjadi sumber utama hiburan, menemukan video musik tidak semudah sekarang. Penonton perlu mengikuti jadwal tayangan dan menunggu lagu favorit mereka muncul di layar.

Pola tersebut membuat MTV punya posisi yang cukup khas. Program countdown dan tayangan video musik memungkinkan banyak penonton menikmati konten yang sama dalam waktu bersamaan.

Pengalaman menonton secara kolektif itu kemudian ikut membuat MTV dikenal sebagai salah satu trendsetter budaya anak muda selama lebih dari dua dekade.

Namun, kebiasaan tersebut mulai bergeser ketika internet semakin mudah diakses. Video musik yang sebelumnya bergantung pada jadwal televisi perlahan berubah menjadi konten yang bisa dicari kapan saja.

Satu lagu yang dulu harus ditunggu kemunculannya di televisi kini bisa ditemukan hanya dengan mengetik judulnya di platform digital.

MTV ikut berubah zaman

Perubahan kebiasaan penonton juga berdampak pada MTV. Brand yang awalnya identik dengan video musik 24 jam kemudian mengalami pergeseran fokus seiring berkembangnya internet dan layanan streaming.

Di Inggris dan Irlandia, lima channel musik MTV, yakni MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live, berhenti bersiaran pada 31 Desember 2025. Penutupan tersebut menjadi bagian dari perubahan lanskap televisi musik ketika penonton semakin banyak mengakses konten melalui platform digital.

Meski lima channel tersebut sudah ditutup, bukan berarti MTV sebagai brand ikut menghilang. MTV masih menjalankan berbagai program hiburan dan franchise, termasuk MTV Video Music Awards.

Perubahan itu menunjukkan bahwa MTV tidak lagi berada pada posisi yang sama seperti ketika video musik menjadi pusat tayangannya. Konten hiburan, reality show, ajang penghargaan, serta aktivitas digital kini menjadi bagian dari ekosistem brand tersebut.

Dengan kata lain, MTV masih ada, tetapi bentuk dan cara penonton berinteraksi dengannya sudah berbeda.

Dari layar TV ke platform digital

Perubahan MTV sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari perubahan yang terjadi pada industri musik secara keseluruhan.

YouTube membuat orang bisa menonton video musik sesuai waktu yang mereka inginkan. Spotify dan Apple Music kemudian membuat jutaan lagu dapat diakses tanpa harus menunggu jadwal radio atau televisi.

TikTok juga membawa pola baru. Lagu bisa ditemukan lewat video pendek, kemudian menyebar menjadi tren dan kembali mendorong orang untuk mendengarkan versi lengkapnya di platform musik.

Situasi ini berbeda dengan era MTV ketika televisi menjadi salah satu pintu utama untuk menemukan musik baru. Penonton saat itu mengikuti apa yang sedang tayang, sementara pengguna platform digital sekarang lebih leluasa menentukan sendiri apa yang ingin mereka tonton atau dengarkan.

Di Indonesia, perjalanan MTV sebagai tayangan musik lokal juga telah berakhir. MTV Indonesia menghentikan operasionalnya pada 2015, setelah sebelumnya menjadi bagian dari keseharian anak muda selama bertahun-tahun.

Meski begitu, pengaruh MTV terhadap budaya pop tidak serta-merta hilang. Video musik, countdown, VJ, dan ajang penghargaan musik menjadi bagian dari era ketika musik tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi tontonan dan gaya hidup.

MTV akhirnya menjadi contoh bagaimana sebuah brand bisa tetap bertahan ketika medium yang dulu membesarkannya berubah. Dari televisi musik menuju ekosistem hiburan yang lebih luas, perjalanannya mengikuti perubahan cara penonton mengonsumsi konten.

Gen Z Takeaway

MTV belum hilang, tetapi era ketika anak muda harus duduk di depan TV sambil menunggu video klip favorit memang sudah berubah. Sekarang musik bisa dicari kapan saja lewat platform digital, sementara MTV tetap hadir dengan format dan konten yang mengikuti zamannya.

MTV Tayangan Musik Acara Musik Berita Spill musik Dunia Musik

Infografis

Terkini