Isu Manajer Koperasi Merah Putih Mundur Massal Ditepis Kemenkop, 85 Persen Ternyata Sudah Deal Penempatan!

Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 29 September 2026 | 12:03 WIB
Isu Manajer Koperasi Merah Putih Mundur Massal Ditepis Kemenkop, 85 Persen Ternyata Sudah Deal Penempatan!
Beragam produk unggulan Koperasi Merah Putih dari kelurahan dan desa se-Malang Raya. [astakom/str-Hayu Yudha Prabowo]

astakom.com, Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menepis rumor yang sempat viral terkait isu mundurnya para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara massal. Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa mayoritas calon manajer yang lolos seleksi justru sudah sepakat dengan lokasi penempatan kerja yang ditetapkan.

Sekretaris Kementerian Koperasi (Sesmenkop) Ahmad Zabadi meminta publik untuk bersabar dan tidak berspekulasi liar sembari menunggu pembaruan data resmi setelah seluruh proses administrasi rampung. Ia memastikan laporan internal sama sekali tidak menunjukkan adanya gelombang pengunduran diri.

"Sejauh yang kami ketahui tidak (banyak manajer mundur). Kita ikuti saja nanti, akan ada update berikutnya," ujar Ahmad dalam konferensi pers di Kantor Kemenkop, Jakarta, Senin (28/09/2026).

Mengenai tenggat pengisian dan pengembalian offering letter dari PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang jatuh pada Senin (28/09/2026) pukul 23.59 WIB, Ahmad juga membantah anggapan bahwa peserta yang terlambat mengisi akan langsung dianggap gugur atau mengundurkan diri secara otomatis.

"Tidak, tidak seperti itu. Nanti akan ada penjelasan berikutnya setelah hasil akhir dari proses offering letter ini disampaikan. Kami akan mengambil beberapa langkah yang diperlukan," imbuhnya.

Penempatan lintas domisili bikin heboh? Ini penjelasan Kemenkop

Menanggapi sorotan seputar penempatan kerja yang tidak selalu sesuai dengan daerah asal peserta, Kemenkop menjelaskan bahwa proses rekrutmen sejak awal memang tidak menggunakan pendekatan wilayah secara kaku. Penempatan dilakukan secara proporsional demi menyesuaikan ketersediaan posisi dan kebutuhan operasional KDKMP di tiap daerah.

"Pendakatan kita bukan pendekatan wilayah saat rekrutmen kemarin. Sehingga menjadi suatu keniscayaan jika ada pada satu titik di mana jumlah pesertanya lebih besar daripada ketersediaan titik di wilayah tersebut," jelas Ahmad.

Meskipun domisili asal tetap menjadi prioritas utama, penyesuaian ke wilayah lain yang masih kekurangan tenaga kerja tetap harus dilakukan jika kuota di daerah asal sudah penuh.

"Tetap kita orientasikan pertama penempatan pada wilayah setempat. Namun, manakala jumlah titiknya tidak sebanding dengan jumlah peserta yang lolos, maka akan ditempatkan pada titik-titik lain yang membutuhkan," bebernya.

Ahmad pun membeberkan fakta bahwa sebanyak 85 persen dari total 28.631 calon manajer KDKMP yang telah menuntaskan program diklat resmi menyetujui lokasi penempatan mereka.

"Alhamdulillah sampai sejauh ini, sudah lebih dari 85 persen dari seluruh calon manajer mengisi kesediaannya pada lokasi penempatan yang sudah ditetapkan," pungkas Ahmad. (RaM/aNs)

Gen Z Takeaway

Nepis kabar burung soal isu mundur massal, Kemenkop mengonfirmasi kalau lebih dari 85 persen dari 28.631 calon manajer Koperasi Merah Putih yang lolos diklat ternyata udah deal dan setuju sama lokasi penempatan kerja mereka. Sesmenkop Ahmad Zabadi meluruskan kalau penempatan lintas domisili itu murni karena penyesuaian kuota wilayah biar proporsional, plus menegaskan kalau peserta yang belum sempat balikin offering letter sampai deadline nggak langsung otomatis dianggap gugur, jadi warganet diimbau buat nggak keburu berspekulasi liar!

Koperasi Desa Merah Putih Kementerian Koperasi Koperasi Menteri Koperasi Koperasi Merah Putih Koperasi Desa Digitalisasi Koperasi

Infografis

Terkini