Imam Polandia Ungkap Kesan Tak Terduga Soal Komunitas Umat Islam di Jakarta
astakom.com, Jakarta – Yasser Zan Ayden, delegasi dari Polandia, membagikan kesan pertamanya setelah menginjakkan kaki di Indonesia untuk menghadiri International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.
Menurutnya, Muslim Indonesia punya tiga hal yang bikin nyaman yaitu ramah, terbuka, dan tulus. Ketiganya ia anggap penting untuk membangun rasa percaya di tengah masyarakat dunia.
Kesan pertama
Sebelum berangkat, Yasser sempat menonton beberapa video tentang Indonesia. Tapi setelah berada di sini dan bertemu para peserta konferensi dari berbagai negara, kesannya jadi jauh lebih nyata.
“Nowadays the things what we are looking exactly around the world from our Muslim community, the point where I can see this is like in Indonesia, our brothers and sisters are very friendly, like hospitable,” tutur Yasser dalam bahasa Inggris dikutip oleh astakom pada Senin, (28/09/2026).
"Saat ini, hal yang sebenarnya kita cari di seluruh dunia dari komunitas Muslim kita, bisa saya lihat ada di Indonesia, di mana saudara-saudari kita sangat ramah dan suka menyambut tamu dengan hangat" terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Jujur dan tulus
Selain hangat, Yasser merasakan kejujuran dan ketulusan orang-orang yang ia temui. Menurutnya, ini makin berharga di zaman sekarang, ketika saling percaya bukan perkara gampang.
“As I see they are honest, and in this world at this situation to trust somebody is very difficult,” sambung Yasser.
"Sejauh yang saya lihat, mereka jujur, dan di dunia dengan situasi seperti sekarang ini, mempercayai seseorang itu sangat sulit." ungkapnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Yasser mengaku kunjungan ini adalah yang pertama kalinya ke Indonesia. Rasa penasarannya sebenarnya sudah tumbuh sebelum berangkat. Lewat video-video yang ia tonton, ia makin tertarik melihat keseharian masyarakat Indonesia.
“And also, dear brothers and sisters, before I landed to this beautiful country, to be honest this is my first trip to this country, When I was in the plane, and before of course I was watching like few videos about this beautiful country, and I was really interested,” jelasnya.
"Dan juga, saudara-saudari sekalian, sebelum saya mendarat di negara yang indah ini, sejujurnya ini adalah perjalanan pertama saya ke negara ini. Saat berada di pesawat, dan tentu saja sebelumnya, saya sempat menonton beberapa video tentang negara yang indah ini, dan saya sangat tertarik." terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Ketertarikan itu makin kuat setelah ia berada langsung di forum yang mempertemukan para imam dan tokoh agama dari banyak negara.
Tanggung jawab imam
Bagi Yaseer, IGIC 2026 lebih dari pertemuan para pemimpin agama. Forum ini membuatnya kembali merenungkan peran imam dalam kehidupan umat. Ia melihat imam memikul tanggung jawab besar karena terlibat langsung dalam kehidupan dan pembinaan masyarakat.
“So today we notice this point that we have really high responsibility for all Muslim brothers and sisters all part of the world,” ungkapnya.
"Jadi hari ini kami menyadari bahwa kami memiliki tanggung jawab yang sangat besar terhadap seluruh saudara-saudari Muslim di semua penjuru dunia." jelasnya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Menurutnya, tanggung jawab itu tidak berhenti pada komunitas Muslim di satu wilayah. Ia juga menyangkut persaudaraan dan solidaritas umat Muslim di seluruh dunia.
Yasser juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena bisa ikut serta. Baginya, forum ini menjadi ruang bagi para imam untuk bertemu, bertukar pengalaman, dan mempererat persaudaraan lintas negara.
“And for this beautiful event, I'm really appreciate to attend, to be participant of this beautiful event,” ungkapnya.
"Dan untuk acara yang indah ini, saya sangat menghargai bisa hadir dan menjadi peserta dalam acara yang indah ini." jelasnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Pereratan persaudaraan
Di akhir wawancara, Yasser menyampaikan salam dari Grand Mufti Polandia dan komunitas Muslim Polandia untuk masyarakat Indonesia. Ia berharap pertemuan ini bisa memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan sikap saling menghormati di antara umat Muslim dunia.
“We believe that gathering such as strengthen the bonds of brotherhood, solidarity, and mutual respect among Muslim around the world,” tutupnya.
"Kami meyakini bahwa pertemuan seperti ini mempererat tali persaudaraan, solidaritas, dan rasa saling menghormati di antara umat Muslim sedunia." dalam terjemahan bahasa Indonesia. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
First time ke Indonesia, imam asal Polandia Yasser Zan Ayden langsung terkesan sama hospitality Muslim lokal yang ramah, jujur, dan tulus banget. Buat dia, vibes persaudaraan di IGIC 2026 ini ngebuka mata kalau peran tokoh agama itu vital banget buat ngebangun trust dan solidaritas global di tengah dunia yang makin krisis kepercayaan.









