Imam Besar Italia: Semangat Jakarta Jadi Contoh Dialog Antaragama Dunia!
astakom.com, Jakarta – Kerukunan antarumat beragama di Indonesia emang nggak pernah gagal bikin dunia kagum. Imam Besar Italia, Nader Akkad, secara terbuka ngaku kalau pengalaman Indonesia dalam merawat toleransi bisa banget dijadikan role model global untuk membangun dialog dan kerja sama antarkomunitas agama di berbagai belahan dunia.
Nader secara khusus menyoroti filosofi Bhinneka Tunggal Ika serta harmoni antara Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta yang berdiri berdampingan sebagai simbol nyata dari narasi hidup bersama yang super damai.
“Indonesia telah menetapkan standar yang luar biasa dengan menjadi tuan rumah KTT perdana ini. Yang paling menonjol bagi saya adalah prinsip mendalam Bhinneka Tunggal Ika ,” tutur Nader pada wawancara dengan MoRA selama Konferensi Imam Besar Internasional (IGIC) 2026 di Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Senin (28/09/2026).
Jembatan spiritual global
Bagi Nader, praktik baik yang ditunjukkan Indonesia nggak cuma berdampak pada hubungan sosial masyarakat lokal, tapi juga punya impact besar buat diplomasi keagamaan tingkat internasional. Ia menilai Jakarta sukses memosisikan diri sebagai ruang paling pas buat menyatukan berbagai komunitas agama yang berbeda.
“Indonesia bukan hanya jembatan geopolitik, tetapi juga jembatan spiritual yang vital bagi diplomasi keagamaan global dan hidup berdampingan secara harmonis,” ungkapnya.
Usul sekretariat permanen
Melihat potensi besar ini, Nader berharap semangat dari gelaran IGIC 2026 nggak berhenti gitu aja setelah acara selesai. Ia mendorong lahirnya sebuah wadah resmi biar para Imam Besar dari seluruh dunia bisa terus terkoneksi secara berkelanjutan.
“Saya berharap dapat melihat pembentukan sekretariat internasional permanen untuk para Imam Besar,” ucap Nader.
Wadah atau platform tersebut dinilai penting banget supaya gagasan-gagasan keren yang dibahas para tokoh agama nggak cuma berhenti jadi obrolan, tapi benar-benar mewujud jadi program real di masyarakat.
“Kita juga harus memastikan bahwa semangat Jakarta, pertemuan kita di sini, menjelma menjadi lembaga dan kerja sama yang dapat ditindaklanjuti dalam kehidupan sehari-hari,” sambungnya.
Untuk menjaga komunikasi tetap berjalan smooth setelah konferensi, Nader menyarankan pemanfaatan platform digital. Jaringan global ini nantinya bisa dipakai buat saling tukar gagasan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat di negara masing-masing.
Bawa green mosque ke Eropa
Gak cuma soal toleransi, agenda pembahasan isu lingkungan di IGIC 2026 juga bikin Nader terinspirasi. Salah satunya adalah wacana peran komunitas agama dalam menjaga kelestarian alam, yang memicu idenya untuk mengembangkan konsep masjid ramah lingkungan di Italia.
“Di Jakarta kami berbicara tentang lingkungan. Jadi ini adalah pertanyaan penting saat ini, jadi saya memikirkan tentang masjid hijau. Jadi mengubah masjid kami menjadi masjid hijau seperti yang indah, seperti yang saya lihat di Jakarta,” paparnya.
Nader berniat membawa dan memodifikasi konsep green mosque ini ke kawasan Eropa. Harapannya, spirit dari Jakarta bisa dieksekusi secara nyata melalui aksi kepedulian lingkungan yang melibatkan komunitas masjid setempat.
“Saya berharap jika kita dapat mentransformasikan semangat Jakarta ke dalam beberapa tindakan di masyarakat kita dalam konteks Eropa,” sambungnya.
Inisiatif kolaborasi Roma-Jakarta
Niatan Nader buat memperluas kolaborasi nggak berhenti di situ. Ia berencana membawa vibes dialog antaragama dari Jakarta ke Kota Roma, dengan mengajak serta Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.
“Saya berharap dapat mengundang Imam Besar Masjid al-Istiqlal Yang Mulia Nasaruddin Umar untuk datang ke Roma dan bersama-sama mewujudkan inisiatif dialog Roma-Jakarta,” ungkap Nader.
Program kolaborasi Roma-Jakarta ini diproyeksikan bakal mempererat hubungan antarumat beragama di Roma, termasuk mempertemukan komunitas Masjid Agung Roma, sinagoge, hingga pihak Vatikan.
Bagi Nader, semua terobosan ini membuktikan kalau inspirasi yang didapat dari Jakarta sangat fleksibel untuk diterapkan di mana saja. IGIC 2026 tak sekadar jadi forum tatap muka para pemimpin agama dunia, melainkan batu loncatan awal buat membangun kerja sama konkret demi menguatkan perdamaian global. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Toleransi Indonesia emang enggak ada obat! Nggak cuma puji Bhinneka Tunggal Ika sama vibes Masjid Istiqlal-Katedral, Imam Besar Italia Nader Akkad sampai terinspirasi mau bawa konsep green mosque plus bikin kolaborasi dialog Roma-Jakarta bareng Vatikan. Indonesia is truly the ultimate spiritual bridge!









