OKI Wajib Solid! Menlu Sugiono Ungkap Kunci Menang untuk Palestina

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 27 September 2026 | 20:31 WIB
OKI Wajib Solid! Menlu Sugiono Ungkap Kunci Menang untuk Palestina
OKI Wajib Solid! Menlu Sugiono Ungkap Kunci Menang untuk Palestina [Kemlu]

astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, kembali menegaskan pentingnya kekompakan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Menurutnya, kalau negara-negara Muslim ini bisa satu suara, solidaritas dan kolaborasi buat menyuarakan kepentingan dunia Islam bakal jauh lebih kuat.

Pesan ini ia sampaikan di Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri OKI, yang digelar berbarengan dengan High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan /bangsa-Bangsa atau PBB di New York, Amerika Serikat.

OKI harus satu suara

“Persatuan di antara negara-negara anggota OKI akan memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk menyuarakan kepentingan dunia Islam,” tutur Menteri Luar Negeri RI, Sugiono pada Perjumpaan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, berdasarkan rilis yang diterima oleh astakom pada Minggu (27/09/2026).

Gaza masih terus berdarah

Nggak lupa, isu Palestina tetap jadi sorotan utama alias top priority buat OKI. Soalnya, rakyat Palestina di Gaza masih harus berjuang menghadapi kekerasan, sementara Israel terus aja memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Situasi ini bikin cita-cita solusi dua negara makin susah kewujud.

Menlu RI menilai, kondisi yang nggak kunjung membaik ini nggak lepas dari belum adanya akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel. Ketika nggak ada konsekuensi yang jelas, wajar pelanggaran terus berulang dan efeknya makin meluas sampai bikin stabilitas kawasan ikut terancam.

Tanpa akuntabilitas, Israel makin berani

“Hukum internasional harus ditegakkan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban,” ungkap Menlu Sugiono.

Di tengah makin banyaknya negara dunia yang mengakui Palestina, Indonesia dorong OKI buat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin biar koordinasi dan kesatuan suara demi perdamaian berkelanjutan di Palestina makin solid.

Selain itu, Indonesia juga mendorong implementasi Peta Jalan Perdamaian di Gaza, yang idealnya bisa sekalian memperkuat persatuan nasional dan kapasitas pemerintahan Palestina.

“Upaya perdamaian perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan rakyat Palestina dalam menentukan dan mengelola masa depannya sendiri,” ucap Menlu Sugiono.

OKI punya power buat ubah dunia

Menlu RI juga menekankan bahwa OKI sebenarnya punya power besar buat main role lebih besar di tantangan global. Dengan hampir dua miliar umat Muslim di seluruh dunia, kekuatan kolektif OKI dinilai signifikan buat ikut membentuk sistem internasional yang lebih inklusif, termasuk lewat reformasi PBB.

Perjumpaan ini juga membahas berbagai isu bareng yang jadi concern negara-negara anggota OKI. Selain itu, para delegasi turut menyampaikan ucapan selamat dan dukungan kepada Sekretaris Jenderal OKI periode 2026-2031, Yang Mulia Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang terpilih dalam Konferensi Tingkat Menlu Luar Biasa OKI di Jeddah pada 27 Agustus 2026. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Intinya, Menlu Sugiono lagi nge-push biar negara-negara OKI itu nggak jalan sendiri-sendiri, karena kalau kompak, suara buat bela Palestina bakal jauh lebih kenceng dan didengar dunia. Yang bikin miris, Gaza masih terus kena kekerasan dan Israel santai aja ekspansi wilayah ilegal karena emang belum ada yang berani "nagih" tanggung jawab mereka secara hukum internasional. Jadi ya wajar kalau situasinya nggak kunjung membaik no accountability, no consequences. Tapi ada sisi positifnya juga: makin banyak negara yang sekarang ngakuin Palestina, jadi momentum ini pengen dimanfaatin biar OKI makin solid dan concern-nya nggak cuma di Palestina doang, tapi juga ikut andil di isu global lain kayak reformasi PBB. Real talk, kalau hampir 2 miliar umat Muslim se-dunia ini kompak, power-nya emang gede banget buat bikin perubahan.

OKI Organisasi Kerjasama Islam Indonesia Dukung Palestina Indonesia Stand With Palestine

Infografis

Terkini