Menlu Sugiono Ungkap Kunci Utama Ciptakan Perdamaian Dunia yang Abadi

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 27 September 2026 | 19:29 WIB
Menlu Sugiono Ungkap Kunci Utama Ciptakan Perdamaian Dunia yang Abadi
Menlu Sugiono Ungkap Kunci Utama Ciptakan Perdamaian Dunia yang Abadi [Kemlu]

astakom.com, Jakarta – Proses membangun perdamaian alias peacebuilding itu bukan cuma urusan instan, melainkan investasi jangka panjang. Gagasan penting ini disuarakan langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Peacebuilding Commission (PBC) di sela-sela Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB pada 24 September lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Sugiono menyoroti pentingnya keterlibatan aktif dari dalam negeri itu sendiri agar perdamaian bisa bertahan lama.

Investasi panjang

“Peacebuilding merupakan investasi jangka panjang. Proses ini dimulai dari pencegahan dan berlanjut hingga pemulihan dan rekonsiliasi,” tutur Menlu Sugiono.

Mengutip keterangan di laman resmi Kemlu RI, Menlu Sugiono menyampaikan kalau penguatan lembaga negara dan peran masyarakat di setiap fase menjadi pijakan utama untuk mewujudkan perdamaian yang bertahan lama.

Bukti Aceh-Maluku

Bukan sekadar teori, Indonesia punya bukti nyata lewat keberhasilan merawat kedamaian di Aceh dan Maluku. Melalui dialog yang inklusif serta konsisten, rasa saling percaya antarmasyarakat bisa dirajut kembali hingga persatuan tetap terjaga.

Pelajaran berharga ini membuktikan kalau skema perdamaian bakal jauh lebih kokoh ketika dipimpin dan dimiliki penuh oleh negara serta warganya sendiri, bukan cuma menggantungkan diri pada pihak luar.

Sinergi global

Biar upaya ini makin berdampak dan gak berjalan di tempat, Menlu Sugiono turut mendorong pentingnya kolaborasi dengan berbagai organisasi regional, lembaga keuangan internasional, hingga para mitra strategis lainnya. Sinergi ini krusial untuk memastikan fondasi damai terus berdiri tegak.

“Pada akhirnya, peacebuilding akan dikatakan berhasil ketika perdamaian dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tutup Menlu Sugiono.

Adapun pertemuan PBC yang berada di bawah Presidensi Maroko tahun ini mengusung tema “National Ownership Practice: Strengthening Inclusive State Institutions through International Peacebuilding Support.” Forum internasional ini menjadi wadah diskusi penting tentang bagaimana dukungan dunia luar bisa memperkuat lembaga-lembaga nasional sekaligus mencegah konflik berulang di masa depan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Bikin damai itu mirip kayak skincare routine atau investasi saham, gak ada yang serba instan dan butuh konsistensi jangka panjang! Kunci utamanya ada di local pride alias peran aktif masyarakatnya sendiri, bukan cuma wacana atau nunggu bantuan luar. Pengalaman Indonesia di Aceh dan Maluku ngebuktiin kalau dialog yang inklusif dan saling percaya bisa nyembuhin luka konflik. Bottom line-nya: perdamaian baru dianggap sukses kalau dampaknya udah beneran berasa di kehidupan kita sehari-hari, bukan sekadar teori di atas kertas!

Sugiono Update 2026 Menlu Sugiono Sidang Majelis Umum PBB Sidang umum ke-81 PBB PBB

Infografis

Terkini