Indonesia Desak OKI dan Liga Arab Ambil Aksi Nyata Lindungi Yerusalem
astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI secara tegas mengajak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab buat makin solid dan merapat. Tujuannya cuma satu yaitu stop semua pergerakan dan aksi ilegal Israel di Palestina, sekaligus menjaga historical and legal status quo Yerusalem biar nggak asal diacak-acak. Momen krusial ini disampaikan langsung dalam Joint Arab-Islamic Ministerial Meeting on Jerusalem yang berlangsung di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB di New York, Amerika Serikat pada Jumat lalu (25/09/2026).
Al-Aqsa terancam
Indonesia memberikan highlight khusus pada kondisi di lapangan yang makin hari makin memprihatinkan. Di kawasan kompleks Masjid Al-Aqsa, aksi provokasi serta pelanggaran atas status quo Yerusalem terus-menerus terjadi tanpa henti.
“Seruan masyarakat internasional sudah jelas. Namun, realitas di lapangan justru semakin menjauh dari apa yang berulang kali kita serukan. Kesucian situs-situs suci tidak dapat dilanggar tanpa konsekuensi,” tutur Menlu Sugiono, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri pada Minggu (27/09/2026).
Gaza-Yerusalem utuh
Menlu RI juga mengingatkan kalau segala kekacauan di Yerusalem nggak bisa dipandang sebelah mata atau dipisah dari wilayah Palestina lainnya. Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur itu satu paket kesatuan realitas politik dan teritorial yang utuh. Jangan harap stabilitas bakal tercipta di satu titik kalau wilayah lainnya masih terus digempur pelanggaran.
Bukan cuma itu, Indonesia menumpahkan perhatian pada rencana perluasan pemukiman E1 yang dinilai makin mengancam eksistensi dan keberlangsungan wilayah Negara Palestina yang berdaulat, sekaligus merusak prospek Solusi Dua Negara (Two-State Solution). Aksi pembukaan pemukiman ilegal ini jelas-jelas menabrak hukum internasional, termasuk Resolusi DK PBB 2334.
Sanksi & aksi
Melihat situasi yang makin unpredictable, Indonesia mendorong OKI dan Liga Arab buat bergerak lebih jauh dari sekadar lempar seruan atau statement.
Perlu ada action bersama yang jauh lebih terkoordinasi dan terarah. Kolaborasi dengan berbagai mitra internasional harus terus diperluas demi memperkuat akuntabilitas, menegakkan aturan hukum internasional, dan mengawal jalan menuju perdamaian.
Indonesia pun mewanti-wanti pentingnya menjaga situs-situs suci di Yerusalem, salah satunya lewat dukungan penuh pada wakaf Islam dan Perwalian Hashemite Yordania (Jordan’s Hashemite Custodianship).
Sebagai bukti langkah konkret, Indonesia mengajak makin banyak negara buat mengambil tindakan tegas terhadap produk-produk yang diproduksi dari area pemukiman ilegal, sesuai dengan aturan hukum internasional serta regulasi nasional negara masing-masing. Langkah ini jadi bukti valid kalau komitmen internasional punya instrumen nyata buat mengubah janji politik jadi real action.
Kawal Kedaulatan
Di saat yang bersamaan, fokus dunia harus tetap tertuju pada masa depan rakyat Palestina. Indonesia terus menyuarakan dukungan tanpa putus untuk rekonstruksi Gaza, penguatan institusi nasional, persatuan internal Palestina, hingga keberlanjutan peran penting UNRWA dalam menyalurkan bantuan dasar bagi para pengungsi.
Rasa solidaritas ini harus terus diperluas dengan merangkul koalisi internasional seluas-luasnya demi mewujudkan cita-cita Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh.
Sebagai informasi, agenda di New York ini merupakan follow-up langsung dari Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) OKI yang sempat digelar di Jeddah, Arab Saudi pada 27 Agustus 2026 lalu.
Momen-momen pertemuan berkala ini jadi wadah pemersatu untuk memperkuat koordinasi negara-negara Arab dan Islam dalam melindungi Yerusalem dan seluruh situs sucinya, sekaligus mengeksekusi langkah-langkah nyata demi membela hak-hak rakyat Palestina. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Indonesia tegas bilang ke dunia kalau diplomasi cuma sebatas kata-kata itu udah basi. Pelanggaran Israel di Yerusalem dan Tepi Barat butuh aksi nyata seperti boikot produk dari pemukiman ilegal, bukan cuma kecaman formalitas. Isu Palestina adalah satu kesatuan—kalau satu titik diserang, perdamaian global ikut terancam. Sebagai generasi yang peduli keadilan sosial, sikap tegas dan konsisten membela hak asasi manusia adalah harga mati yang nggak bisa ditawar.









