MRT Cikarang-Balaraja Spill Rute 84 Km, Tembus Tiga Provinsi dan 48 Stasiun
astakom.com, Jakarta – Proyek MRT Lintas Timur-Barat atau East-West Line mulai memasuki tahap persiapan pembangunan. Jalur yang menghubungkan Cikarang di Jawa Barat dengan Balaraja di Banten ini dirancang membentang sekitar 84 kilometer melewati tiga provinsi dan ditargetkan beroperasi pada 2031.
Pembangunan proyek tersebut direncanakan dimulai tahun ini dengan target groundbreaking pada akhir 2026. Jika seluruh rencana terealisasi, jaringan MRT ini akan memiliki total 48 stasiun dan diproyeksikan melayani sekitar 284.000 penumpang setiap hari.
Melansir informasi mengenai pengembangan MRT Jakarta, koridor Timur-Barat disiapkan sebagai jaringan transportasi massal yang memperluas konektivitas Jakarta dengan kawasan penyangga di sisi timur dan barat.
Tomang-Medan Satria jadi tahap awal
Pembangunan koridor sepanjang 84 kilometer tersebut tidak dilakukan sekaligus. Tahap pertama difokuskan pada Fase 1 Tahap 1 dengan rute utama Tomang-Medan Satria sepanjang 24,5 kilometer.
Jalur ini menghubungkan kawasan Tomang di Jakarta Barat dengan Medan Satria di Kota Bekasi. Selain lintasan utama, proyek juga menyediakan akses sepanjang 5,9 kilometer menuju Depo Rorotan di Jakarta Utara.
Fase awal tersebut dirancang memiliki 21 stasiun dengan kombinasi jalur bawah tanah dan layang. Artinya, bentuk lintasan akan menyesuaikan kondisi kawasan yang dilewati, bukan seluruhnya dibangun dengan satu model jalur.
Untuk segmen bawah tanah, lintasan dirancang dari Roxy menuju Galur, termasuk koridor Thamrin-Kwitang. Sementara jalur layang mencakup kawasan Tomang-Grogol serta Cempaka Baru hingga Ujung Menteng.
Jalurnya dibagi empat tahap
Pengembangan MRT Timur-Barat kemudian berlanjut ke sejumlah segmen lain hingga membentuk jaringan Cikarang-Balaraja.
Fase 1 Tahap 2 mencakup jalur Kembangan-Tomang sepanjang 9,2 kilometer. Setelah itu, pengembangan sisi timur diarahkan dari Medan Satria menuju Cikarang dengan panjang sekitar 20 kilometer.
Di sisi barat, jalur MRT akan diperpanjang dari Kembangan menuju Balaraja sepanjang 29,9 kilometer.
Pembagian tersebut membuat pembangunan jaringan dilakukan secara bertahap, sementara rute akhirnya dirancang menyambungkan kawasan penyangga di Jawa Barat dan Banten melalui Jakarta.
Tiga provinsi bakal tersambung
Saat seluruh jaringan dikembangkan sesuai rencana, MRT East-West Line akan melintasi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat dengan bentang sekitar 84 kilometer.
Rute tersebut sekaligus memperluas jangkauan MRT Jakarta keluar dari wilayah ibu kota menuju kawasan metropolitan di kedua sisi Jakarta. Dengan total 48 stasiun, jaringan ini diproyeksikan mampu melayani sekitar 284.000 penumpang per hari.
Target operasional keseluruhan jaringan ditetapkan pada 2031. Sebelum sampai ke tahap tersebut, proyek masih harus melewati rangkaian pembangunan secara bertahap, dimulai dari Fase 1 Tahap 1 Tomang-Medan Satria.
Jadi, MRT Cikarang-Balaraja bukan sekadar satu jalur lurus sepanjang 84 kilometer. Proyek ini dibangun dalam beberapa fase dengan kombinasi jalur bawah tanah dan layang, sebelum akhirnya menghubungkan Balaraja-Jakarta-Cikarang dalam satu jaringan transportasi massal. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
MRT Cikarang-Balaraja bakal spill jalur panjang dari Banten sampai Jawa Barat lewat Jakarta. Targetnya groundbreaking akhir 2026 dan seluruh jaringan ditargetkan beroperasi pada 2031.









