Lewat Sidang Umum PBB, Indonesia Siap Kawal Isu Palestina dan Perdamaian Dunia

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 24 September 2026 | 13:16 WIB
Lewat Sidang Umum PBB, Indonesia Siap Kawal Isu Palestina dan Perdamaian Dunia
Delegasi Indonesia di Sidang PBB. [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta — Pemerintah Indonesia siap menyuarakan berbagai isu krusial dalam perhelatan Sidang Majelis Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Rangkaian agenda internasional ini dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong isu ketahanan global, penguatan peran Global South, serta penegakan perdamaian dunia—terutama kemerdekaan Palestina.

Menteri Luar Negeri Sugiono yang hadir secara langsung mengonfirmasi bahwa Indonesia bakal menyampaikan National Statement pada Sabtu (26/09/2026). Pidato tersebut berfokus pada pentingnya fondasi ketahanan bersama di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik saat ini.

“National Statement Indonesia akan membawa pesan utama tentang pentingnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang kuat, dan di tengah situasi dunia saat ini yang begitu tidak menentu dan tidak pasti,” kata Sugiono dalam keterangan pers, Kamis (24/09/2026).

Isu Palestina juga menjadi salah satu sorotan utama yang konsisten dikawal oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari amanat konstitusi.

“Saya juga akan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perdamaian dan keamanan internasional, mengenai isu Palestina, kemudian penguatan sistem multilateralisme, reformasi PBB, serta penguatan peran Global South,” imbuhnya.

Guna mengawal agenda tersebut, Menlu Sugiono telah melakoni serangkaian pertemuan bilateral dan forum tingkat tinggi tak lama setelah tiba di New York. Salah satunya adalah pertemuan Group of Eight pada Senin (21/09/2026)—koalisi delapan negara mayoritas muslim (Indonesia, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan UEA) yang aktif mengawal isu Palestina.

“Perhatian utama kami adalah memastikan proses perdamaian menghasilkan perubahan nyata di lapangan, yang juga berarti terus mendorong gencatan senjata permanen, memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta mempercepat pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” ujar Sugiono.

Selain Group of Eight, Menlu turut menghadiri forum The Road Ahead One Year After The New York Declaration guna mengevaluasi roadmap serta langkah konkret menuju implementasi two-state solution dan perdamaian di Gaza.

Di sela-sela Sidang PBB, diplomasi Indonesia juga merambah forum konsultasi informal middle powers MIKTA (Meksiko, Korea Selatan, Turki, Australia, dan Indonesia) untuk menyelaraskan pandangan terkait sistem multilateralisme.

“Saya menyampaikan bahwa di tengah berbagai perbedaan yang ada, MIKTA harus dapat menjadi kekuatan yang mampu menjembatani berbagai perbedaan dan kekuatan tersebut dan mendorong kerjasama yang konkret antar bangsa,” jelas Sugiono.

Kiprah diplomasi ini ditutup dengan partisipasi Indonesia dalam pertemuan tingkat menteri antara ASEAN dan empat negara Pacific Alliance (Meksiko, Kolombia, Peru, dan Cile) guna mempererat kemitraan strategis di bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, hingga pengembangan kota pintar. (RaM)

Gen Z Takeaway

Diplomasi Indonesia di PBB beneran no counter! Menlu Sugiono terbang langsung ke New York buat nyampaiin National Statement di Sidang Umum PBB. Indonesia gak cuma vokal ngedorong gencatan senjata permanen dan kemerdekaan Palestina bareng Group of Eight, tapi juga aktif ngerangkul forum MIKTA dan ASEAN-Pacific Alliance buat ningkatin kerja sama ekonomi digital hingga pendidikan. Fix, posisi diplomasi Indonesia di panggung dunia makin standout dan berdampak nyata!

Sidang umum PBB palestina Menlu Sugiono Kemerdekaan Palestina Perdamaian Dunia

Infografis

Terkini