Ancaman Serangan Baru AS: Iran Siapkan Balasan Mematikan!
astakom.com, Jakarta – Suasana geopolitik makin panas. Militer Iran baru aja mengklaim kalau mereka dapet "bocoran" informasi krusial. Katanya, Amerika Serikat (AS) udah fix mau melancarkan serangan balasan baru ke Republik Islam tersebut.
Bocoran serangan
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengungkapkan lewat siaran televisi pemerintah Iran, IRIB, kalau keputusan AS buat nyerang lagi ini nggak berdiri sendiri. Ada keterlibatan dan dukungan dari beberapa negara di kawasan setempat.
“Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika sekali lagi memutuskan untuk melanjutkan tindakan terhadap Iran, dengan lampu hijau dari beberapa negara kawasan, dalam pertemuan bersama di sebuah negara Eropa,” tutur Khatam al-Anbiya pada ungkapan tersebut.
Ancaman balas dendam
Militer Iran nggak tinggal diam dan langsung melempar peringatan tegas. Kalau Washington sampai nekat "salah langkah," seluruh fasilitas serta titik penempatan pasukan AS di kawasan tersebut dipastikan bakal jadi sasaran empuk pembalasan.
Ulti negara "two-faced"
Nggak cuma AS, negara-negara tetangga yang ketahuan two-faced alias bermuka dua juga kena ulti atau ultimatum.
“Kami memperingatkan bahwa jika negara-negara kawasan, dengan melanjutkan kebijakan ganda mereka terhadap Republik Islam Iran, bergabung dengan agresi Setan Besar terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, mereka semua akan dianggap terlibat dalam kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan pengekangan atau perlakuan baik dari angkatan bersenjata Iran yang kuat,” ungkap pernyataan tersebut, yang dilansir Anadolu Agency, Minggu (20/09/2026).
Awal mula konflik
Eskalasi di Timur Tengah ini emang makin meruncing semenjak AS dan Israel meluncurkan agresi ke Iran pada 28 Februari lalu. Teheran lantas membalas dengan menyerang sederet titik strategis yang menyimpan aset-aset AS di kawasan tersebut.
Gak cuma itu, Iran juga sempat memblokir total Selat Hormuz salah satu chokepoint alias jalur perairan paling penting di dunia untuk lalu lintas ekspor minyak dan gas bumi.
Awalnya, Washington dan Teheran sempat nemu titik terang dengan meneken kesepakatan kerangka kerja pada Juni lalu. Isinya mencakup gencatan senjata plus skema pembukaan kembali Selat Hormuz buat kapal-kapal melintas.
Sayangnya, kesepakatan itu flop alias runtuh di tengah jalan gara-gara kedua belah pihak beda prinsip soal aturan main pelayaran di jalur laut super strategis tersebut.
Gen Z Takeaway
Tensi AS vs Iran naik lagi gara-gara kesepakatan damai soal Selat Hormuz gagal total (flop). Iran dapet intel kalau AS bakal nyerang lagi pake "lampu hijau" dari negara tetangga, makanya Iran langsung ngasih ulti keras: siapa pun yang ikut campur atau main belakang bakal kena sikat tanpa ampun!









