Pasar Mulai Bangkit, Investor Bersiap Rotasi ke Saham Perbankan
Peluang rotasi sektor di pasar saham mulai terbuka lebar, seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik global dan potensi berakhirnya aksi jual investor asing.
Peluang rotasi sektor di pasar saham mulai terbuka lebar, seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik global dan potensi berakhirnya aksi jual investor asing.
Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menegaskan perannya sebagai pionir transformasi pasar keuangan nasional. Lewat inovasi pada instrumen hijau dan teknologi digital, BEI mempercepat langkah menuju bursa masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien.
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak rekor pada tahun 2024 dengan berhasil menghimpun dana sebesar Rp193 triliun melalui berbagai instrumen pasar modal.
Tahun 2024 mencatatkan sejarah penting bagi pasar modal Indonesia. Di mana jumlah investor pasar modal mencapai 14,8 juta, meningkat sebesar 1,7 juta single investor identification (SID) dibandingkan tahun sebelumnya.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2024 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp673 miliar. Angka tersebut terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI 2025, Rabu (25/6),
Jumlah investor saham Indonesia resmi menembus angka 7 juta SID (Single Investor Identification) per 26 Mei 2025.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya berlangsung selama tiga hari pada pekan ini, tepatnya pada 26 hingga 28 Mei 2025, menyusul libur nasional dan cuti bersama peringatan Kenaikan Yesus Kristus.