BULOG Tegaskan Tetap Serap Gabah dan Beras Sesuai Penugasan Pemerintah
astakom.com, Jakarta – Perum BULOG meluruskan pemberitaan terkait isu penghentian penyerapan gabah dan beras dalam negeri. Manajemen menegaskan bahwa informasi
astakom.com, Jakarta – Perum BULOG meluruskan pemberitaan terkait isu penghentian penyerapan gabah dan beras dalam negeri. Manajemen menegaskan bahwa informasi
astakom.com, Surabaya - Sejumlah warga membeli beras Bulog, di Pasar Pacar Keling Surabaya, Sabtu (13/9). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan
Perum BULOG bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) kembali memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras SPHP di seluruh jajaran POLRI di Indonesia.
Perum Bulog resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat pengawasan dan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar transparan, merata, dan tepat sasaran.
Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal menegaskan pihaknya tidak akan membuka keran impor beras pada tahun 2025. Ia menyampaikan, bahwa keputusan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengutamakan penyerapan hasil panen petani dalam negeri.
Perum Bulog menegaskan bahwa mereka tak akan mentoleransi keterlibatan penerima bantuan pangan dalam tindakan yang melanggar aturan, seperti judi online (judol) dan aksi terorisme.
Astakom, Jakarta – Perum BULOG mencatat pencapaian strategis hingga pertengahan bulan Mei 2025. Pada periode tersebut, serapan gabah dan beras oleh pemerintah m
Perum Bulog mencetak sejarah baru dalam penyerapan beras nasional. Hingga awal Mei 2025, serapan beras dari hasil panen petani telah mencapai lebih dari 2 juta ton, menjadikannya angka tertinggi dalam 57 tahun terakhir.ir.
Musim panen raya awal 2025 membawa berkah berlimpah bagi petani di Karawang dan sekitarnya. Namun, lonjakan hasil panen ini membuat gudang-gudang milik Perum BULOG Karawang hampir tak lagi mampu menampung.
“Kami ingin memastikan bahwa stok beras tersedia dengan baik, kualitas penyimpanannya terjaga, dan bantuan pangan tepat sasaran. Ini penting untuk melindungi masyarakat, apalagi dalam situasi ekonomi yang masih belum stabil,” ungkap Titiek.