Satgas Udara Gaspol OMC, 10,4 Ton Bahan Semai Ditebar ke Langit Palembang

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Satgas Udara Gaspol OMC, 10,4 Ton Bahan Semai Ditebar ke Langit Palembang
TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengintensifkan pengerahan alutsista udara dalam OMC untuk mendukung penanggulangan karhutla dan kabut asap di Palembang, Sumsel, Sabtu (24/10/2026). [Dok. Pusp

astakom.com, Jakarta – Masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kepungan kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, benar-benar bikin semua pihak langsung pasang mode siaga satu. Nggak mau nunggu lama sampai napas makin sesak, kolaborasi mantap antara TNI, BMKG, dan tim gabungan resmi mengintensifkan pengerahan alutsista udara lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Langkah agresif ini diambil demi memutus rantai polusi asap yang mengganggu aktivitas warga sekaligus mempercepat pemadaman titik api dari jalur udara secara presisi.

Gempur langit pakai Cassa N-212 dan Hercules C-130

Aksi nyata di lapangan dipimpin langsung oleh Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH). Nggak tanggung-tanggung, sebanyak 10,4 ton bahan semai diterbangkan dan disebar secara bertahap di titik-titik rawan untuk memicu hujan buatan serta menghancurkan jebakan asap di atmosfer.

Strategi penyemaian bahan kimia ini dibagi menjadi beberapa misi utama:

  • Penerbangan Dry Ice: Sebanyak 1,6 ton dry ice disebar menggunakan dua sortie pesawat Cassa N-212. Misi khusus ini difokuskan untuk mengurai lapisan penahan asap yang menyelimuti wilayah udara Palembang agar sirkulasi udara kembali terbuka.
  • Penyemaian Garam NaCl: Sebanyak 8,8 ton garam semai (NaCl) diangkut dan diterbangkan melalui dua sortie pesawat Hercules C-130 ditambah satu sortie pesawat Cassa N-212. Langkah ini bertujuan memancing serta merangsang pertumbuhan awan hujan secara optimal di area karhutla.

Kombinasi penggunaan pesawat angkut berat dan armada taktis ini memastikan penyebaran bahan semai merata di zona-zona yang paling membutuhkan intervensi cuaca.

Bukti nyata hadirnya TNI untuk masyarakat

Pengerahan alutsista kelas berat dalam penanganan musibah karhutla ini sejalan dengan komitmen tegas yang disampaikan pimpinan tertinggi institusi militer Indonesia. TNI menegaskan bahwa peran prajurit tidak hanya fokus pada pertahanan, tetapi juga menjadi garda terdepan saat warga menghadapi krisis lingkungan.

Mengenai pengerahan armada dan personel di Palembang, Panglima TNI memberikan penegasan terkait peran vital pasukan di lapangan.

"Ini sebagai bukti komitmen dan kontribusi TNI utk selalu hadir mengatasi kesulitan rakyat dan menegakkan kedaulatan negara," tegas Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dlansir laman resmi TNI, dikutip astakom.com pada Minggu (25/10/2026).

Sinergi lintas lembaga demi langit biru Palembang

Operasi Modifikasi Cuaca ini bukan sekadar terbang dan menyebar garam, melainkan hasil perhitungan matang berbasis data sains. Melalui keterlibatan aktif BMKG yang terus memantau pergerakan awan, kelembapan, dan arah angin, setiap sortie penerbangan dapat dieksekusi dengan tingkat akurasi tinggi.

Sinergi yang solid antara TNI, BMKG, dan berbagai instansi terkait menjadi kunci utama dalam meredam dampak kabut asap. Harapannya, curah hujan yang dihasilkan dari OMC ini sanggup memadamkan sisa-sisa bara api tanah gambut, membersihkan kualitas udara, dan mengembalikan kondisi lingkungan Palembang menjadi aman serta sehat kembali bagi seluruh masyarakat. (aNs)

Gen Z Takeaway

Asli, kondisi Palembang sempat parah banget gara-gara karhutla dan kabut asap yang bikin sesak, tapi tenang, Satgas Udara TNI langsung gaspol nurunin 10,4 ton bahan semai buat nge-prank awan biar cepet turun hujan sekaligus nembus lapisan polusi. Sesuai vibe komitmen TNI yang "selalu hadir ngatasin kesulitan rakyat," kolaborasi maut bareng BMKG ini sukses bikin langit Palembang remedy dari ancaman asap bandel! 

Operasi Modifikasi Cuaca OMC Karhutla Karhutla Palembang Karhutla Sumsel Satgas Udara Lanud Sri Mulyono Herlambang TNI BMKG

Infografis

Terkini