Perkuat Penanganan Karhutla, 200 Personel Brimob NTB dan 10 Tenaga Medis Dikirim ke Kalteng

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:07 WIB
Perkuat Penanganan Karhutla, 200 Personel Brimob NTB dan 10 Tenaga Medis Dikirim ke Kalteng
200 personel Brimob Polda NTB dan 10 Pusdokkes Polri dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng). [Dok. Humas Polri]

astakom.com, Jakarta – Jajaran kepolisian kembali memperketat pengamanan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah. 

Sebanyak 200 anggota Brimob dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama 10 tenaga medis dari Pusdokkes Polri didatangkan langsung untuk memperkuat Satgas yang sudah bekerja di lapangan, utamanya pada enam kawasan dengan tingkat kerawanan paling tinggi.

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan bahwa langkah pengerahan pasukan ini merupakan wujud nyata eksekusi instruksi Kapolri demi menggenjot efektivitas penanggulangan karhutla. 

Penjelasan tersebut disampaikannya usai memimpin upacara penyambutan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) yang bertempat di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, pada Sabtu (17/10/2026).

“Rekan-rekan sekalian, atas perintah bapak Kapolri. Hari ini Polda Kalteng menerima personel BKO dari sebanyak 200 personel Brimob dari Polda NTB, dan juga ada 10 personel Pusdokkes Polri untuk mengoptimalkan upaya penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalteng,” ujar Iwan.

Titik fokus enam wilayah prioritas

Gelombang pasukan Brimob asal NTB tersebut difokuskan untuk memback-up sektor penanganan di enam kota/kabupaten. 

Wilayah-wilayah yang dimaksud meliputi Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, hingga Kotawaringin Timur, yang dinilai memerlukan intervensi lebih cepat.

“Rencananya personel Brimob dari NTB ini akan membantu atau memperkuat satgas yang sudah tergelar, dengan prioritas enam wilayah yang cukup tinggi penanganan Karhutlanya seperti di Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur,” jelasnya.

Pendinginan gambut tetap berjalan meski sempat diguyur hujan

Meski intensitas hujan terpantau meningkat di beberapa titik dalam beberapa hari terakhir dan api utama telah berhasil dipadamkan, pihak kepolisian memastikan operasi belum usai. 

Pendinginan serta pembasahan lahan gambut masih wajib digencarkan guna menghindari risiko kemunculan bara api secara tiba-tiba akibat hembusan angin.

Irjen Pol. Iwan Kurniawan menambahkan, luasnya cakupan lahan yang terbakar menuntut kehadiran personel dalam jumlah besar. 

Sejumlah titik krusial mulai dari ruas Jalan Tjilik Riwut Kilometer 21, 23, hingga 39 di Palangka Raya, sampai kawasan Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau, saat ini masih menjalani proses pendinginan secara intensif.

Siagakan tim medis dan rumah oksigen

Tidak hanya fokus pada pemadaman fisik, aspek kesehatan bagi aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar turut menjadi prioritas. Kehadiran 10 personel Pusdokkes Polri diarahkan untuk mendirikan posko pelayanan medis terpadu sekaligus menyediakan fasilitas rumah oksigen bagi siapa saja yang memerlukan pertolongan darurat.

“Nanti di setiap titik itu, kita juga dibantu oleh Pusdokkes supaya melayani kesehatan anggota yang bertugas dan juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Mereka akan membentuk rumah oksigen, bisa dipakai untuk masyarakat dan anggota,” tutur Iwan. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah terus diperkuat lewat pengerahan 200 personel Brimob Polda NTB dan 10 tenaga medis Polri di enam wilayah prioritas. Meski hujan mulai turun dan api utama padam, pendinginan lahan gambut tetap digencarkan untuk mencegah kebakaran kembali, sekaligus memastikan kesehatan petugas dan masyarakat tetap terjaga.

Polri Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Polda NTB Pusdokkes Polri

Infografis

Terkini