Menhut Siap 'Drop' Sanksi buat 5-6 Perusahaan Biang Kerok Karhutla
astakom.com, Jakarta – Aksi tegas pemerintah makin menyala! Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ampun kepada perusahaan-perusahaan yang terbukti memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam waktu dekat, deretan korporasi nakal ini siap-siap gigit jari karena izin usahanya bakal langsung dibekukan hingga dicabut total.
4 "formula utama" buat lumpuhkan karhutla
Menghadapi ancaman kebakaran hutan yang terus berulang, Menhut membeberkan empat syarat krusial yang wajib berjalan beriringan untuk penanganan dan pencegahan karhutla:
- Operasi Udara: Pemanfaatan water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
- Operasi Darat: Kolaborasi solid lintas lini yang melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni Kehutanan, BPBD, hingga jajaran relawan.
- Kesadaran Masyarakat: Edukasi publik agar tidak lagi membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.
- Penegakan Hukum Tegas: Tindakan tanpa kompromi bagi korporasi pembuat ulah.
Gak pandang bulu, siapa pun yang melanggar bakal disikat!
Sikap tegas dan konsisten terus ditunjukkan Menhut dalam menyapu bersih korporasi nakal penyumbang asap. Setelah sebelumnya mengumumkan sanksi berat bagi puluhan entitas bisnis, Menhut membocorkan bahwa daftar hitam tersebut bakal segera bertambah.
"Kemarin ada 26 perusahaan dan akan ada lima atau enam perusahaan lagi yang akan segera saya announce kembali untuk dibekukan maupun dicabut izinnya," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi Karhutla di Kalimantan Selatan, Senin, 12 Oktober 2026.
Langkah ini diambil demi memberikan efek jera (deterrent effect) yang nyata. Pasalnya, dampak buruk dari karhutla sudah terlampau banyak merugikan dan menyengsarakan masyarakat luas.
"Ini tidak akan berhenti, tidak hanya perusahaan kecil yang besar sekalipun apabila kita temukan pelanggaran akan kita tindak," tegas Menhut, dikutip astakom.com pada Selasa (13/10/2026).
Tambah 70 ribu Polisi Hutan demi amankan paru-paru dunia
Saat ini, jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperketat operasi pengendalian karhutla di lapangan bersama seluruh pemangku kepentingan. Tak berhenti di situ, benteng pertahanan kawasan kehutanan Indonesia juga bakal makin tebal dengan adanya rencana penambahan personel garda terdepan.
"Ke depan sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) akan ditambah Polisi Hutan kita menjadi 70 ribu," pungkas Menhut. (aNs)
Gen Z Takeaway
Menhut Raja Juli Antoni lagi mode menyala banget buat "membersihkan" para korporasi nakal biang kerok karhutla yang bikin masyarakat makin menderita. Setelah sebelumnya membekukan dan mencabut izin 26 korporasi, sebentar lagi ada sekitar 5–6 perusahaan lagi yang siap-siap kena drop sanksi berat tanpa pandang bulu—entah itu pemain kecil maupun raksasa—plus didukung rencana amunisi baru berupa penambahan hingga 70 ribu Polisi Hutan atas arahan Presiden Prabowo!









