BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di Kelas, Berjalan di Lebih 60 SPPG
astakom.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) kini hadir dengan sentuhan baru.
Mengambil inspirasi dari sistem makan siang di sekolah luar negeri, BGN mulai menguji coba skema prasmanan yang disajikan langsung di dalam kelas.
Saat ini, model penyajian tersebut tengah berjalan di lebih dari 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa daerah.
Langkah ini diambil dengan mengadaptasi praktik terbaik yang sudah lama diterapkan di negara-negara maju. Sistem central kitchen atau dapur terpusat dimaksimalkan agar hidangan bisa diantar ke sekolah dan disantap murid dalam keadaan masih hangat.
"Kita meniru di Jepang juga sama. Di negara lain yang lebih maju itu juga tidak semua dapur berada di sekolah," ujar Sudaryono saat ditemui wartawan di Jakarta, Senin (05/10/2026).
Dinilai ampuh jaga nutrisi makanan
Pola prasmanan di kelas ini dinilai ampuh memangkas durasi simpan dari dapur hingga ke meja makan siswa. Hasilnya, kualitas nutrisi dan kehangatan masakan tetap terjaga dengan baik.
"Jadi dimasak di central kitchen kemudian dibagi ke sekolah-sekolahnya, lalu disajikan hangat-hangat secara prasmanan di kelas," ujar Sudaryono.
Pemetaan kendala lapangan
BGN sengaja menggelar uji coba di berbagai area representatif, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, hingga Jayapura.
Evaluasi menyeluruh di bermacam lokasi ini penting untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak dini sebelum skema ini diproduksi massal.
Menariknya, metode penyajian ala prasmanan ini juga terbukti efektif menekan porsi makanan yang terbuang (food waste).
Laporan awal menunjukkan respons yang sangat positif, makanan rata-rata ludes tanpa sisa. Siswa diberi kebebasan mengambil porsi yang pas sesuai tingkat lapar mereka, bahkan diperbolehkan refill jika persediaan masih ada.
Belajar melayani lewat tugas piket
Tak cuma urusan isi perut, metode baru ini menyisipkan nilai edukasi yang cukup kental. Para siswa diajak terlibat langsung dalam operasional makan siang melalui giliran piket harian.
Saat bertugas melayani teman maupun guru, mereka diwajibkan memakai perlengkapan higienis seperti celemek dan sarung tangan.
Kendati demikian, keterlibatan aktif pihak sekolah membutuhkan kesiapan yang matang. BGN menyadari pentingnya pembekalan dan pelatihan, baik untuk staf dapur maupun para guru.
Proses pembenahan serta evaluasi masih terus dilangsungkan demi menemukan formula paling pas sebelum diterapkan secara nasional. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Program MBG kini diuji dengan skema prasmanan di kelas yang memungkinkan siswa mengambil porsi sesuai kebutuhan dan melakukan refill. Model ini bukan cuma menjaga makanan tetap hangat dan bernutrisi, tetapi juga menekan food waste sekaligus melatih siswa soal kemandirian, pelayanan, dan kebersihan. Meski respons awal positif, BGN masih mengevaluasi kesiapan sekolah dan dapur sebelum skema ini diterapkan secara lebih luas.








