39 Negara Imam Besar Kumpul di Indonesia, Apa Saja Agenda Pentingnya?

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 24 September 2026 | 14:04 WIB
39 Negara Imam Besar Kumpul di Indonesia, Apa Saja Agenda Pentingnya?
39 Negara Imam Besar Kumpul di Indonesia, Apa Saja Agenda Pentingnya? (Kemenag)

astakom.com, Jakarta – Jakarta bakal jadi pusat perhatian dunia. Indonesia dipercaya jadi tuan rumah International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, forum yang katanya bakal jadi momen pertama para imam besar dari seluruh dunia kumpul bareng dalam satu konferensi berskala global. Menteri Agama Nasaruddin Umar langsung spill detailnya dan agenda ini gede banget skalanya.

39 Negara Kumpul di Jakarta

“Tanggal 25 sampai tanggal 28 Kita akan melakukan konferensi internasional imam-imam besar sedunia, sudah 39 negara besar yang akan ikut hadir dengan 45 delegasi. Ada imam-imam besar dari Timur Tengah tentunya seperti dari Mesir, dari Saudi Arabia kemudian juga imam besar dari Eropa, Eropa Timur kemudian juga Amerika Serikat, Korea dan Jepang dan banyak yang kita undang. Nanti pesertanya akan mungkin bertambah, kita targetkan 500 peserta, tapi ini pendaftarannya sudah bakal membludak kini karena peserta Asia Tenggara dan lokal ini juga sangat berminat untuk ikut dalam konferensi besar ini,” tutur Menag di Jakarta, dikutip oleh astakom pada Kamis (24/09/2026).

Usung Diplomasi dan Perdamaian

Acara akbar ini ngangkat tema "Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace" yang kalau dijabarin, intinya bakal ngobrolin gimana masjid bisa jadi ruang harmoni, alat diplomasi keagamaan, sampai peluang ekonomi dari sisi kemasjidan. Vibesnya bukan cuma seremonial doang, tapi emang niat mau bahas hal-hal krusial. Lokasinya juga strategis banget, mulai dari Masjid Istiqlal sampai Hotel Bidakara dan Grand Sahid Jakarta.

“Tema yang kita akan angkat ini sangat menarik, karena kita akan mengangkat masalah religious diplomacy. Bagaimana menggunakan bahasa agama yang bahasa spiritual ini untuk merajut perbedaan bahkan konflik yang ada. Kita sangat yakin bahwa dengan menggunakan bahasa agama ini ada kesadaran berlingkungan hidup, ada kesadaran untuk berdiplomasi secara nurani. Dengan demikian diharapkan konflik-konflik yang ada itu bisa diredam dengan menggunakan bahasa esensi kemanusiaan karena kita sangat yakin humanity is only one, kemanusiaan itu hanya satu," ungkap Menag.

Rangkaian Event dan Peserta

Agenda ini bukan acara yang eksklusif buat tamu luar negeri doang. Peserta nasional juga bakal ramein forum ini, mulai dari imam masjid se-Indonesia, jajaran Kemenag pusat sampai daerah, rektor-rektor PTKIN dan PTKIS, pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid, ormas keagamaan, akademisi, sampai aktivis perdamaian dunia.

Sebelum puncak acara ini digelar, sebenarnya udah ada rangkaian pemanasan bernama Bridging to IGIC yang udah dilaksanain di lima provinsi: Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

“Kita juga ingin mengangkat masjid itu sebagai pusat peradaban dan pusat pengembangan penguatan umat. Kita akan menggunakan bahasa agama ini untuk bahasa perdamaian. Jadi kalau kita sangat yakin betul, kalau kita berpegang teguh kepada dasar-dasar agama kita yang sangat substantial itu sesungguhnya rasa kemanusiaan itu akan menjadi satu di seluruh dunia. Tidak ada lagi sekat-sekat yang ekstrim antara satu benua dengan benua yang lain, antara satu negara dengan negara yang lain. Kenapa kita yakin, apapun warna kulitnya, apapun etniknya, apapun bahasanya, jenis kelaminnya semuanya punya hati nurani yang sama sebagai makhluk Allah dan anak cucu Adam," papar Menag.

Lahirkan Deklarasi Jakarta Understanding

Nah ini yang paling ditunggu, IGIC 2026 ditargetkan bakal ngelahirin hasil konkret bernama Jakarta Understanding, yang bakal dirumuskan pada 27 September. Forum ini juga bakal bahas pembentukan International Grand Imam Forum, semacam wadah bareng buat para imam merespons isu-isu global.

Nggak cuma itu, potensi ekonomi kemasjidan juga masuk agenda panel khusus pada 26 September jadi topiknya emang lengkap, dari spiritual sampai ekonomi.

Salah satu statement yang paling nempel dari Menag adalah soal gimana masjid pengen diposisiin bukan cuma sebagai tempat ibadah, tapi juga pusat peradaban.

Menag nutup statementnya dengan harapan besar soal kontribusi masjid buat dunia.

“Akan ada deklarasi, ada Jakarta Understanding nanti yang kita akan merekomendasikan kepada seluruh imam-imam dari berbagai pelosok dunia nanti bagaimana supaya masjid itu akan berkontribusi terhadap penciptaan harmoni dalam kehidupan bersama di muka bumi ini,” tutup Menag. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Acara ini beneran game changer banget sih! Masjid sekarang bukan cuma tempat ibadah doang, tapi di-up level jadi hub diplomasi global dan pusat peradaban dunia. Lewat bahasa agama yang sejuk dan nyentuh nurani, para imam besar dari puluhan negara kumpul di Jakarta buat ngeredam konflik global sekaligus ningkatin potensi ekonomi kemasjidan. No cap, Indonesia fix makin diakui jadi pelopor perdamaian dunia yang impactful!

IGIC 2026 Imam Besar Negara Sahabat Diplomasi Keagamaan Indonesia. International Grand Imams Conference

Infografis

Terkini