Indeks Saham Ditarget 8.000 untuk Kado HUT RI, OJK Respon Optimis
Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 8.000 sebagai kado hari ulang tahun (HUT) ke-80 RI, yang jatuh pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 8.000 sebagai kado hari ulang tahun (HUT) ke-80 RI, yang jatuh pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih rawan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (5/8), melanjutkan pelemahan yang terjadi pada perdagangan Senin kemarin.
Sebanyak lima saham menunjukkan performa maksimalnya, meskipun laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak bersahabat pada akhir perdagangan hari ini, Senin (4/8).
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mendadak menjadi sorotan pasar usai melonjak 1,55 persen ke level Rp 4.600, yang bahkan sempat bergerak pada level 4.620 pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (4/8).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,17 persen ke level 7.543 pada akhir perdagangan, Jumat (25/7) kemarin. Namun, penguatan ini justru menjadi sinyal adanya tekanan jual dan potensi koreksi dalam waktu dekat.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal di Indonesia kembali mencetak rekor baru yang signifikan, mencapai 17.016.329 Single Investor Identification (SID) per Kamis (3/7).
Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menegaskan perannya sebagai pionir transformasi pasar keuangan nasional. Lewat inovasi pada instrumen hijau dan teknologi digital, BEI mempercepat langkah menuju bursa masa depan yang lebih berkelanjutan dan efisien.
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak rekor pada tahun 2024 dengan berhasil menghimpun dana sebesar Rp193 triliun melalui berbagai instrumen pasar modal.
Tahun 2024 mencatatkan sejarah penting bagi pasar modal Indonesia. Di mana jumlah investor pasar modal mencapai 14,8 juta, meningkat sebesar 1,7 juta single investor identification (SID) dibandingkan tahun sebelumnya.
Indeks saham di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (23/6), dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dan meredanya kecemasan pasar terhadap konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.