Pascakebakaran Dusun Serdang, RSUD Waspadai ISPA dan Diare pada Pengungsi

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Senin, 12 Oktober 2026 | 08:03 WIB
Pascakebakaran Dusun Serdang, RSUD Waspadai ISPA dan Diare pada Pengungsi
Pascakebakaran Dusun Serdang, RSUD Waspadai ISPA dan Diare pada Pengungsi [Ilustrasi/Pexels]

astakom.com, Jakarta – Warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, perlu mewaspadai gangguan kesehatan selama masa pengungsian. RSUD Kriopanting Payung menyiapkan layanan kesehatan darurat untuk mengantisipasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga iritasi mata akibat abu dan sisa pembakaran.

Melansir dari media nasional pada Minggu (11/10/2026), pihak rumah sakit bersama sejumlah puskesmas melakukan pelayanan medis dan pemantauan kondisi warga terdampak kebakaran yang melanda Dusun Serdang pada Sabtu (10/10/2026).

Direktur RSUD Kriopanting Payung, Himawan Setianto, mengatakan penanganan kesehatan melibatkan Puskesmas Simpang Rimba, Puskesmas Pulau Besar, dan Puskesmas Payung. Tenaga medis dikerahkan secara bergantian untuk membantu warga selama masa tanggap darurat.

ISPA dan diare jadi perhatian pascakebakaran

Abu serta sisa pembakaran di sekitar lokasi menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi memicu gangguan pernapasan dan iritasi. Selain ISPA, diare juga menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan bagi warga yang masih mengungsi.

“Sejauh ini kami baru menangani warga yang mengalami luka bakar dan iritasi mata. Gejala penyakit lainnya belum ditemukan,” jelasnya melansir dari media nasional.

Untuk mendukung penanganan tersebut, RSUD Kriopanting Payung telah menyiapkan posko kesehatan darurat dan obat-obatan bagi warga terdampak.

Anak-anak dan lansia jadi perhatian

Pelayanan kesehatan turut memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia. Pemenuhan air bersih juga menjadi hal penting selama warga berada di pengungsian agar kebersihan tetap terjaga dan risiko penyakit dapat ditekan.

Himawan mengimbau warga menggunakan masker ketika berada di sekitar lokasi kebakaran. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu dan sisa pembakaran.

Ia juga meminta agar distribusi air bersih bagi warga di posko darurat segera dilakukan untuk mendukung kebersihan selama masa pemulihan.

Kebakaran berdampak pada sekitar 2.000 jiwa

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.00 WIB, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 500 rumah, 500 kepala keluarga (KK), atau 2.000 jiwa. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 15.10 WIB pada Sabtu (10/10/2026). Api berhasil dipadamkan pada Minggu pagi, kemudian petugas melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah kemungkinan api kembali menyala. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Pascakebakaran, pemulihan bukan cuma soal tempat tinggal, tetapi juga kesehatan warga. Penggunaan masker saat berada di sekitar area terdampak, menjaga kebersihan, dan memastikan ketersediaan air bersih menjadi langkah penting untuk membantu mencegah gangguan kesehatan selama masa pengungsian.

Kebakaran Serdang Kebakaran RSUD ISPA Dusun Serdang

Infografis

Terkini