Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga Ketua Satuan Tugas Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan menegaskan, bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada dukungan BUMN.
Dukungan penuh datang dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terhadap rencana pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) atau Koperasi Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Gerakan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, makin menggeliat. Sebanyak 24 koperasi merah putih siap dibentuk sebagai proyek percontohan (pilot project) di tingkat desa.
Pemerintah menyiapkan strategi untuk merealisasikan target pembangunan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih), yang berasal dari tiga jenis koperasi.
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diproyeksi mampu menghasilkan cuan atau keuntungan bagi negara sebanyak Rp80 Triliun per tahun, apabila target pembentukan 80 ribu koperasi terpenuhi.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui program 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia.
Kerja bareng ini menurut Wamentan sebagai bagian dari strategi nasional membangun ekonomi desa dan memperluas akses petani pada usaha pertanian. Sinergi bersama kedua koperasi tersebut dapat menjadi kekuatan besar untuk pengelolaan usaha tani di desa.
"Saya minta para kepala desa mendata warganya yang merupakan sarjana namun belum terserap lapangan kerja di kota. Mereka bisa diprioritaskan untuk mengisi peran strategis di Koperasi Merah Putih," ujar Yandri
Sejumlah akademisi turut memberikan pandangannya atas sikap Presiden Prabowo yang menempatkan stabilitas ekonomi sebagai prioritas, ketimbang merespons kepanikan jangka pendek di pasar saham.