Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran negara pada tahun 2026. Hal itu, tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56 Tahun 2025, yang diteken Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.
Istilah 'Serakahnomics' yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto sebagai kritik terhadap praktik korupsi di kalangan pengusaha menuai sorotan dari kalangan akademisi, salah satunya yakni Guru Besar Ekonomi Politik Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Muhammad Faris Al-Fadhat.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menegaskan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memperkuat stimulus ekonomi nasional.
Pandangan umum bahwa program bantuan sosial (bansos) hanyalah beban bagi anggaran negara ditepis tegas oleh anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Arief Anshory Yusuf.
astakom, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Bidang Ekonomi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Fithra Faisal Hastiadi menyampaikan, bahwa jalan ekonomi yang diambil oleh pemerintahan...
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara menegaskan, bahwa Indonesia harus tetap berpijak pada strategi jangka panjang jika tak ingin tersesat di pusaran krisis global.
Kabar baik bagi para pelancong dan pelaku perjalanan domestik. Pemerintah resmi memberikan diskon tiket pesawat untuk pembelian tiket pesawat kelas ekonomi, dengan jenis penerbangan domestik selama periode Juni hingga Juli 2025.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya memberikan diskon tarif tol sebesar 20 persen di sejumlah ruas jalan tol Trans Jawa dan Sumatra.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya mendukung kebijakan pemerintah terkait pemberian diskon tarif listrik sebesar 20 persen selama libur anak sekolah.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli berharap pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bisa didistribusikan sesuai dengan target pemerintah, yakni mulai Kamis (5/6).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam menggulirkan paket insentif ekonomi demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,87 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I 2025, sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,02 persen.