Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

DEN Tegaskan Bansos Bukan Beban, Tapi Investasi

astakom, Jakarta – Pandangan umum bahwa program bantuan sosial (bansos) hanyalah beban bagi anggaran negara ditepis tegas oleh anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Arief Anshory Yusuf.

Dia menegaskan, bahwa bansos sejatinya merupakan instrumen investasi jangka panjang yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan merata.

“Sering orang mengistilahkan bansos itu sebagai biaya. Padahal bansos itu adalah investasi. Investasi supaya kita mendapatkan future growth atau bahkan growth sekaligus,” tegas Arief dalam diskusi Double Check, dikutip astakom.com, Minggu (29/6).

Menurutnya, strategi pemberian bansos yang diterapkan saat ini sudah selaras dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama.

Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan sosial pemerintah bukan sekadar respons atas tekanan ekonomi, tapi bagian dari kerangka pembangunan yang lebih luas.

Lebih jauh, Arief menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah tak hanya berhenti pada bansos. Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), deregulasi ekonomi, serta paket stimulus triwulan II merupakan langkah komplementer untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih menyeluruh.

Pernyataan ini diperkuat dengan pernyataan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu. Dalam kesempatan yang sama, Febrio Ia memaparkan bahwa porsi perlindungan sosial dalam APBN 2025 telah ditetapkan sebesar Rp3.621,3 triliun.

“Dalam postur APBN tahun ini, sebesar Rp503,2 triliun atau 13,9 persen disiapkan untuk perlinsos, dan enam persen atau Rp218,5 triliun untuk biaya kesehatan,” ungkap Febrio.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menyiapkan paket stimulus ekonomi triwulan II senilai Rp24,4 triliun. Paket ini dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

“Melalui paket stimulus dan alokasi perlinsos itu, diharapkan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal II, serta meningkatkan daya beli masyarakat,” jelas Febrio.

Langkah ini mencerminkan strategi fiskal pemerintah yang proaktif namun terarah. Alih-alih memotong pengeluaran sosial demi menstabilkan anggaran, pemerintah justru menguatkan fondasi ekonomi dari bawah, melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan daya beli, dan peningkatan kualitas hidup.

Feed Update

Korlantas Polri Catat 459 Ribu Kendaraan telah Keluar dari Jakarta

astakom.com, Jakarta — Memasuki momen mudik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut sebanyak 459.570 kendaraan telah keluar dari Jakarta. Laporan ini disampaikan Korlantas...

Momen Bahlil Bercanda Nyeletuk ‘Uang Terus’ saat Amran Ajukan Pinjaman ke Purbaya

astakom.com, Jakarta — Momen lucu terjadi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, ketika Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memaparkan laporan komoditas...

Presiden Prabowo: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Bangsa, Bukan Pengusaha

astakom.com, Jakarta — Membahas mengenai kekayaan alam, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa seluruh kekayaan alam atau sumber daya alam (SDA) di Indonesia adalah...

Cendikiawan NU: Perang Amerika-Iran-Israel Jangan Bawa- Bawa Agama!

astakom.com, Jakarta- Pada sebuah Talkshow di stasiun Tv Nasional, cendikiawan muda NU Islah Bahrawi atau sosok yang biasa disapa Cak Islah ini menekankan tidak...

Perempuan Gerindra Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagikan 1.000 Paket Sembako

astakom.com, Jakarta – Jumat berkah. Begitulah gambaran suasana hangat dan penuh kebersamaan yang terpancar di Kantor DPP Partai Gerindra pada Jumat sore (13/3/2026). Momen hangat...

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...