Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Bangun Gedung, Tapi Bangun Harapan

astakom, Jakarta – Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan gedung, tapi wujud nyata dalam membangun harapan bagi jutaan warga miskin di Indonesia.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono saat menghadiri acara ‘Double Check PCO x Gempita’ di Toety Heraty Museum, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Ini bukan sekadar bangun gedung sekolah. Ini membangun harapan,” ujar Agus dalam keterangan resminya yang dikutip astakom.com, Senin (26/5).

Dia pun bercerita bagaimana respons masyarakat begitu kuat ketika program sekolah rakyat yang merupakan gagasan bijak Presiden Prabowo Subianto ini disosialisasikan.

“Waktu kita sosialisasi di Temanggung, seorang ibu sampai menangis di depan Pak Menteri Sosial. Bukan karena sekolahnya megah, tapi karena anaknya yang dulu putus sekolah sekarang punya harapan lagi,” singkatnya bercerita.

Agus pun menyampaikan, bahwa membangun sekolah rakyat merupakan salah satu dari tiga tugas utama pihaknya di Kementerian Sosial (Kemensos).

Sekolah Rakyat, kata dia, dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat miskin dan miskin ekstrem terhadap akses pendidikan yang setara.

Pemerintah bahkan telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mewajibkan semua kementerian dan lembaga menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyusunan program.

“Kita tahu sekarang ada sekitar 24 juta orang miskin, 3,17 juta di antaranya miskin ekstrem. Mayoritas dari mereka buruh tani di pedesaan, penghasilan cuma 1,5 sampai 2 juta sebulan, harus ngidupin 4-6 orang. Gimana mereka mau nyekolahin anak?” ujarnya.

“Kita ingin anak-anak dari keluarga miskin ini punya rasa percaya diri. Mereka bukan beban negara. Mereka masa depan Indonesia,” tegasnya.

Melalui Sekolah Rakyat, Kemensos ingin mendorong transformasi dari bantuan pasif menuju pemberdayaan aktif. Sebab pada dasarnya dalam melaksanakan program Sekolah Rakyat, harus ada kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, maupun masyarakat sipil.

“Tanpa itu, semangat pemberdayaan tidak akan tumbuh berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat perlu dibantu untuk keluar dari zona nyaman sebagai penerima bantuan. “Saya tidak ingin bangsa ini mentalnya mental inlander. Kita bangsa besar. Harus berani bermimpi besar dan bangkit. Berdaya itu artinya produktif. Kalau dia mau kerja, kasih lapangan kerja. Mau usaha, kasih lapangan usaha,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan program pemberdayaan di sejumlah daerah. Di Malang salah satunya, ada sekitar 500 keluarga telah berhasil menyelesaikan pendidikan, dan berhasil keluar dari program bantuan sosial.

Kini Kemensos juga memanfaatkan aset negara seperti sentra untuk dijadikan ruang belajar. Sesuai arahan Presiden Prabowo, sebanyak 100 Sekolah Rakyat ditargetkan beroperasi pada Juli 2025.

Feed Update

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...

Eks Menag Yaqut Resmi Ditahan KPK Hari Ini untuk 20 Hari Pertama

astakom.com, Jakarta — Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut telah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak...

Satgas PKH Segel Tambang Ilegal PT Mineral Trobos di Malut, Denda lagi Dihitung

astakom.com, Jakarta — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel area operasional PT Mineral Trobos yang diduga melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan...

Seskab Teddy Minta Masyarakat Dukung PP Tunas: Lindungi Anak di Ruang Digital

astakom.com, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung implementasi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Perlindungan Tata Kelola...