astakom, Banjar Baru- Seorang jurnalis perempuan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Juwita (23), tewas dibunuh oleh kekasihnya pria berinisial J. Terungkap, pelaku merupakan seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL).
Jasad Juwita awalnya ditemukan oleh warga sekitar di tepi jalan pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 15 WITA. Lokasi penemuan jasad korban tepatnya di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Korban tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motornya.
Baca juga
Saat ini pelaku telah diamankan oleh Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Lanal Balikpapan. Pihak TNI AL memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami mohon kesabaran rekan-rekan media. Terduga pelaku sudah kita amankan dan saya pastikan proses hukum transparan dan sesuai aturan yang berlaku,” jelas Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Lanal Balikpapan, Mayor Laut (PM) Ronald Ganap.
Pihaknya juga akan mendalami apakah keberadaan tersangka di Banjarbaru dalam rangka tugas resmi atau perjalanan pribadi. Disinggung terkait hubungan antara korban dengan pelaku serta motif dugaan pembunuhan tersebut, Ronald Ganap mengaku masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan akan memproses kasus tersebut secara transparan.
Sejauh ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidik masih mendalami kronologi terkait kejadian tersebut. Mengingat, tempat kejadian perkara berada di luar wilayah hukum Lanal Balikpapan. Pihak kepolisian sendiri telah memanggil 4 orang saksi terkait kematian Juwita.
Diketahui Juwita ditemukan tak bernyawa pada, Sabtu (22/03), sekitar pukul 14.57 wita, dengan kondisi tergeletak di tepian jalan dekat perbatasan antara wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, tepatnya di kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Menurut keterangan keluarga, Juwita meninggalkan rumah pada Sabtu, (22/03/) sekitar pukul 09.00 WITA. Juwita meminta izin berangkat ke arah Guntung Payung. Saat itu, Juwita hanya meminta izin berangkat ke sana dan tidak ada dialog lain.
Selanjutnya siang harinya, justru Juwita ditemukan di Gunung Kupang dan sudah tidak bernyawa (wan)