astakom.com, Jakarta – Pemerintah memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) dapat membeli minyak dari Amerika Serikat (AS) tanpa melalui proses lelang. Kebijakan ini menjadi bagian...
astakom.com, Jakarta – Proses negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung sejak Presiden AS Donald Trump mengetok tarif impor tinggi, kini...
astakom.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan keyakinan pemerintah, bahwa Indonesia akan mendapatkan tarif timbal balik dari Amerika Serikat (AS) sebesar...
astakom.com, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa menilai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif 100 persen terhadap...
astakom.com, Jakarta – Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Apple Inc. (AAPL.O), resmi meluncurkan jajaran produk terbarunya pada Selasa (9/9), yakni iPhone 17 series, iPhone...
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong eksportir nasional untuk terus meningkatkan daya saing produknya, menyusul pemberlakuan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS) yang mulai efektif sejak Kamis (7/8) kemarin.
Setelah melalui proses yang berliku dan diplomasi maraton selama hampir empat bulan, Indonesia akhirnya berhasil mencapai kesepakatan penting dengan Amerika Serikat (AS) terkait penurunan tarif resiprokal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menegosiasikan penurunan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) menjadi 19 persen akan memberikan dampak positif terhadap kinerja sektor-sektor padat karya nasional.
Strategi perdagangan yang dilakukan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) ternyata banyak diadopsi oleh banyak negara, bahkan negara-negara maju seperti Jepang.
Pemerintah Indonesia tengah memperjuangkan penurunan tarif impor menjadi di bawah 19 persen untuk sejumlah komoditas unggulan yang diekspor ke Amerika Serikat.
Pemerintah menegaskan bahwa kesepakatan tarif impor produk asal Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) yang kini berada pada level 19 persen tidak akan mengganggu daya saing produk lokal. S