Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Pemerintah Gercep Auto Pulangin 34 WNI Gelombang Kedua dari Iran!

astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang menyiapkan kepulangan 34 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran pada minggu ini akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menyatakan kalau pemulangan ini adalah gelombang kedua setelah evakuasi tahap pertama yang melibatkan 32 WNI pada awal pekan ini.

Pemulangan WNI Gelombang Kedua dari Iran

“Untuk evakuasi tahap kedua ini tengah berproses, diikuti oleh 34 WNI,” ucap Heni dikutip oleh astakom pada Senin, (16/3/2026).

Selanjutnya, ia menjabarkan kalau pengembalian WNI fase kedua ini terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 20 orang sudah sampai di Tanah Air pada Jumat malam (13/3/2026), sedangkan kelompok kedua yang dengan total 14 orang direncanakan tiba pada Sabtu (14/3/2026).

Proses Evakuasi yang Terstruktur

Heni menyebutkan bahwa pemerintah lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran bakalan terus non stop mengawasi dan evaluasi keamanan di Iran sebagai pertimbangan untuk menentukan rencana evakuasi yang berikutnya.

“Sesuai statement Pak Menlu tentang evakuasi bertahap, maka keperluan tentang evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan juga melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih ada di sana,” sambungnya.

Selain membahas pemulangan WNI dari Iran, Heni menyebutkan kalau pemerintah juga sedang mendampingi WNI di Timur Tengah yang belum bisa pulang ke Tanah Air karena penutupan ruang udara di wilayah itu.

Situasi WNI di Timur Tengah

Ia menyatakan bahwa saat ini ada lebih dari 6.000 WNI yang terjebak di Timur Tengah, di mana mayoritas adalah jemaah umrah yang masih ada di Jeddah, Arab Saudi.

Pemerintah saat ini menempatkan mereka di beberapa tempat penginapan sambil menantikan jadwal penerbangan berikutnya

“Secara bertahap, mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke tanah air dan tentunya mempertimbangkan jalur penerbangan maupun ruang udara yang terbuka,” ucapnya.

Gen Z Takeaway
​Government’s main character energy: Protecting our citizens! Di saat langit Timur Tengah lagi penuh sama drama rudal, Kemlu gercep banget buat nge-pulangin WNI biar nggak kena getah-nya. Tantangan paling berat sekarang tuh sky closure (penutupan langit), yang bikin ribuan jemaah umrah harus sabar “nongkrong” dulu di Jeddah. The hustle is real buat tim evakuasi, semoga semua 6.000+ WNI kita bisa cepet reunited sama keluarga!

Feed Update

Menko Yusril: Serangan terhadap Aktivis Andrie Yunus juga Serangan terhadap Demokrasi

astakom.com, Jakarta — Pemerintah lewat sejumlah menteri mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dialami aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan...

Pemerintah Kecam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis: Tegaskan Pengusutan Tuntas

astakom.com, Jakarta — Mengenai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Pemerintah menyampaikan keprihatinan...

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Jelang Idulfitri

astakom.com, Jakarta – Pemerintah memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan...

Presiden Prabowo Siapkan Langkah Hadapi Dampak Konflik Global

astakom.com, Jakarta – Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang saat ini berkembang, terutama konflik yang terjadi di...

Satgas PRR Laporkan Sumut dan Sumbar Nol Pengungsi di Tenda jelang Lebaran

astakom.com, Jakarta — Satgas Perceptan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan bahwa pihaknya berhasil capai nol pengungsi di tenda di wilayah Sumatera Utara...

Komisi III DPR: Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis adalah Kejahatan Demokrasi

astakom.com, Jakarta — Penyiraman air keras yang terjadi terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, Komisi III DPR...