astakom.com, Jakarta – Untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan merekrut 30 ribu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI).
Diketahui 80 ribu koperasi yang diproyeksikan beroperasi pada Agustus 2026 nantinya bakal diisi oleh ribuan SPPI sebagai tenaga pengawak.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto dalam rapat percepatan program Koperasi Desa Merah Putih pada Kamis, (12/3/2026).
Dia juga bilang kalau perekrutan dan pelatihan 30 ribu tenaga pengawak itu akan dilakukan dengan dukunngan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri.
Target perekrutan dan pelatihan SPPI
“Pemerintah menargetkan perekrutan dan pelatihan sekitar 30.000 tenaga pengawak melalui dukungan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri.” kata Donny Ermawan.
Menurut Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, selaku kepala Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Kementerian Pertahanan, bilang kalau rekrutmen SPPI untuk Koperasi Desa Merah Putih terbuka untuk umum.
Syaratnya harus lulusan sarjana
Semua sarjana dan magister dari semua jurusan bisa mendaftar sebagai calon pemimpin di koperasi tersebut.
“Siapa saja boleh mengikuti asalkan memiliki syarat pendidikan terakhir sarjana,” kata Rico dikutip pada Minggu (15/3/2026)
Dia juga bilang kalau SPPI yang mendaftar akan melewati proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Mereka yang lolos akan menempati posisi manajer di Koperasi Desa Merah Putih yang ada di berbagai daerah.
Open rekrutmen pada Juni
Perekrutan SPPI untuk Koperasi Desa Merah Putih dijadwalkan dimulai pada Juni 2026.
“Saat ini masih dalam tahap koordinasi lintas kementerian atau lembaga serta penyiapan,” katanya.
Dilansir dari laman resmi Kemenhan, SPPI adalah program gagasan Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya ditujukan untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Untuk program MBG sendiri program SPPI telah berjalan sampai Batch-3. SPPI Batch-1 telah meluluskan 937 orang, sedangkan SPPI Batch-2 meluluskan 1.063 orang. Sedangkan untuk batch 3 meluluskan 30.000 SPPI.

