astakom.com, Jakarta – Pasangan ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus mengakhiri langkah mereka di ajang Swiss Open 2026 setelah tersingkir pada babak semifinal. Bertanding di St. Jakobshalle, Basel, Sabtu (14/3) malam WIB, pasangan Merah Putih itu kalah dari wakil China Cheng Xing/Zhang Chi lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-14, 15-21, 13-21.
Amri/Nita sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat meyakinkan. Pada gim pertama, mereka mampu mengontrol permainan dan tampil agresif dalam reli-reli panjang. Setelah interval, pasangan Indonesia bahkan sempat menjauh lewat rangkaian poin beruntun yang membawa mereka unggul nyaman sebelum menutup gim pembuka dengan kemenangan 21-14.
Namun situasi berubah pada gim kedua. Pasangan China meningkatkan tempo permainan dan memaksa Amri/Nita bermain lebih cepat dalam reli. Strategi tersebut membuat pasangan Indonesia kesulitan mengembangkan pola serangan, sehingga Cheng/Zhang mampu merebut gim kedua dengan skor 21-15 untuk menyamakan kedudukan.
Rubber Set
Pertarungan semakin ketat pada gim penentuan. Amri/Nita sempat memimpin 10-7 dan terlihat berada di atas angin. Akan tetapi momentum pertandingan berbalik setelah Cheng/Zhang mencetak 11 poin beruntun yang membuat mereka unggul jauh. Tekanan tersebut membuat pasangan Indonesia kehilangan ritme permainan hingga akhirnya harus menyerah 13-21 pada gim ketiga.
Kekalahan ini membuat Indonesia gagal menambah wakil di final Swiss Open 2026 dari sektor ganda campuran. Meski demikian, capaian semifinal tetap menjadi hasil positif bagi Amri/Nita yang menunjukkan perkembangan performa mereka di level turnamen internasional.
Jika konsistensi permainan terus terjaga, pasangan muda Indonesia ini berpotensi kembali bersaing dan meraih hasil lebih baik pada turnamen-turnamen berikutnya di kalender BWF World Tour.
Gen Z Takeaway
Perjalanan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di Swiss Open 2026 harus berhenti di semifinal setelah kalah dari pasangan China Cheng Xing/Zhang Chi. Padahal mereka sempat menang gim pertama dan bahkan unggul di gim penentuan, tapi momentum tiba-tiba berubah setelah lawan mencetak poin beruntun. Meski gagal ke final, performa mereka tetap bikin optimistis karena sudah menunjukkan potensi buat bersaing di level atas badminton dunia.

