astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono nyampein surat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Duta Besar Republik Islam Iran Mohammad Boroujerdi pada Jumat kemarin.
“Kami membahas situasi yang berkembang pesat di Timur Tengah. Saya menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi,” ucap Menlu Sugiono, melansir dari X dikutip oleh astakom pada Kamis, (5/3/2026).
“Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam Iran atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,” isi surat itu.
Dubes Iran Beberkan Dampak Serangan AS-Israel di Jakarta
Dubes Boroujerdi menyatakan bahwa ia membicarakan serangan agresif dan brutal dari Amerika Serikat serta rezim Zionis Israel terhadap Iran yang telah mengakibatkan kesyahidan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran dan banyak warga sipil, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak.
“Menlu Sugiono menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan terbaru di Timur Tengah dan menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta perlunya mencegah eskalasi ketegangan lebih lanjut melalui jalur diplomasi,” ucap Dubes Boroujerdi lewat akun Instagram Kedubes Iran di Jakarta.
Dubes Boroujerdi mengonfirmasi bahwa Menlu Sugiono telah menyerahkan surat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dalam surat itu, Pemerintah Indonesia mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.
Alasan Presiden Prabowo Pilih Surat Resmi Ketimbang Medsos
Sugiono menjelaskan alasan mengapa pernyataan belasungkawa dari pemerintah Indonesia disampaikan lewat surat, bukan melalui media sosial kepada masyarakat secara umum
“Ya kan kita menyampaikan rasa duka itu bisa lewat apa aja ya. Bisa lewat media apa aja ya. Saya kira ya media surat, surat lebih resmi ya,” ucap Sugiono di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu kemarin.
Sugiono mengungkapkan pandangan Indonesia terhadap peningkatan konflik antara Iran dan AS-Israel.
Misi De-eskalasi: Indonesia Desak Penghormatan Terhadap Kedaulatan Negara
“Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan. Dan juga kita sudah sampaikan bahwa… kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi,” ucap Sugiono.
“Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain,” jelasnya.
Warning dari Jakarta: Risiko Perang Besar yang Melibatkan Banyak Negara
Ia berpendapat bahwa peningkatan konflik yang berkepanjangan dapat membawa akibat terburuk hingga melibatkan banyak negara. Dengan demikian, Indonesia mengharapkan adanya de-eskalasi konflik antara Iran dan AS-Israel
“Risiko paling buruk adalah terjadinya eskalasi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak negara gitu. Itu risikonya,” ucap Sugiono.

