Senin, 16 Mar 2026
Senin, 16 Maret 2026

Plot Twist, Harga Cabai Naik Bukan Karena Langka Tapi Ini Penyebabnya!

astakom.com, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) speak up soal penyebab harga cabai rawit belakangan ini naik. Hal itu terjadi gara-gara faktor cuaca dan terganggunya proses pemetikan.

Jadi nggak bener kalo harga cabai rawit yang naik beberapa hari ini disebabkan karena kekurangan produksi nasional.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, bilang kalau secara nasional produksi cabai rawit masih dalam kondisi mencukupi. Tapi karena tingginya intensitas hujan membuat proses panen nggak maksimal.

“Produksi sebenarnya sangat cukup, tetapi masalahnya (ada) dipetik. Saat hujan tinggi, tenaga kerja tidak berani memetik karena cabai akan cepat busuk,” kata Deputi Ketut dalam keterangan resminya pada Senin (16/2/2026).

Keterbatasan tenaga kerja

Selain karena cuaca, keterbatasan tenaga kerja selama periode libur nasional juga bikin kelancaran distribusi terhambat. Akibatnya pasokan ke pasar induk mengalami koreksi walaupun stok dari petani masih ada atau aman.

Akibatnya distribusi cabai ke pasar terganggu dan harga di tingkat konsumen naik. Meski begitu Bapanas bilang kalau lonjakan harga nggak berkaitan sama praktik penimbunan atau permainan harga oleh pelaku usaha.

“Sesuai arahan Kepala Bapanas, tidak boleh ada penimbunan dan tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak wajar,” kata Ketut.

Pengawasan dan pantau harga cabai

Bapanas dan Satgas Pangan Polri terus melakukan pengawasan buat pastikan distribusi lancar sesuai dengan ketentuan.

Dia juga menambahkan kalau pihaknya terus melakukan upaya yang bisa jadi solusi untuk kenaikan harga cabai ini.

“Kami akan terus cek dan upayakan untuk melakukan beberapa hal untuk menjadi solusinya,” katanya.

Harga cabai hari ini 

Berdasarkan redaksi Astakom.com, harga cabai rawit per hari ini Senin (16/2/2026) data dari Panel Harga Pangan oleh Bank Indonesia komoditas yang harganya paling melonjak adalah kelompok cabai.

Cabai rawit hijau harganya Rp54.150/kg naik tipis 0,28% atau Rp150. Cabai rawit merah naik tajam ke angka Rp79.550/kg, atau bertambah 5,64% sebanyak Rp4.250.

Cabai merah besar paling brutal kenaikan harganya jadi Rp53.300/kg, melonjak 23,24% atau naik Rp10 ribuan. Sama halnya kayak cabai merah keriting yang dipatok harga Rp55.900/kg, naik 23,67% atau naik Rp10 ribuan juga.

Gen Z Takeaway 
Harga cabai lagi naik brutal, tapi Bapanas bilang ini bukan karena produksi kurang, melainkan faktor cuaca dan panen yang terganggu. Intensitas hujan tinggi bikin petani susah metik karena risiko busuk, ditambah distribusi ke pasar sempat ke-hold. Jadi stok nasional aman, cuma supply ke pasar lagi nggak smooth makanya price spike.

Feed Update

Fresh Grad Merapat! Kemhan Bakal Rekrut 30 Ribu Sarjana untuk 80 Ribu Kopdes Merah Putih

astakom.com, Jakarta - Untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan merekrut 30 ribu sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI). Diketahui 80 ribu...

UMKM Happy! MBG Bikin Toko Kue Ngawi Banjir Order, Ciptakan Lapangan Kerja

astakom.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagasan Presiden RI Prabowo Subianto membawa berkah bagi dapur produksi kue basah milik Putri Lestari, pelaku...

MBG Dongkrak Ekonomi UMKM, Produksi Keripik Tempe Ngawi Meningkat

astakom.com, Jakarta - Program gagasan Presiden Prabowo Subianto yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti memberi manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)...

Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor

astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi...

Petani Pasuruan Happy! Pupuk Murah Kini Tersedia di Kopdes

astakom.com, Jakarta - Pupuk dengan harga murah kini bisa dibeli dengan mudah oleh Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebab...

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...