Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Koperasi Merah Putih Digaspol, Nelayan Makin Berdaya

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo bilang Koperasi Desa Merah yang mau dibangun pemerintah jadi langkah strategis buat pastikan dana desa bisa dirasain manfaatnya sama masyarakat.

Diketahui, program Koperasi Desa Merah Putih lagi dibangun pemerintah setidaknya ada 30.000 koperasi yang tersebar di desa-desa Indonesia termasuk desa kampung nelayan.

Presiden Prabowo menargetkan ratusan koperasi itu udah mulai beroperasi dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Koperasi Merah Putih yang akan kita bangun sudah mulai sebentar lagi. Mungkin dalam satu sampai dua bulan ini sudah akan beroperasi beberapa ratus koperasi, dan yang hampir berdiri itu sekitar 30.000 koperasi, lengkap dengan gudang-gudangnya,” ungkap Presiden di acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Fasilitasnya lengkap sesuai kebutuhan masyarakat

Prabowo bilang koperasi akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Seperti gudang penyimpanan, cold storage, gerai usaha, sampai layanan kesehatan dan farmasi desa murah.

Dalam koperasi itu masyarakat juga bakal dapet akses pembiayaan super mikro dengan bunga ringan. Skema ini jadi strategi buat ngurangin ketergantungan warga desa pada rentenir yang selama ini menjerat ekonomi masyarakat kecil.

“Di situ akan ada farmasi desa murah, obat generik, klinik desa, dan pembiayaan mikro untuk membantu menghilangkan peran rentenir. Bunganya sangat ringan, sangat mudah bagi rakyat,” kata Prabowo.

Anggarannya dari dana desa

Presiden Prabowo tegas bilang kalau dana buat koperasi nggak perlu pake anggaran baru. Karena nanti sumbernya dari dana desa yang telah digelontorkan selama satu dekade terakhir.

Menurutnya, banyak dana desa yang nggak sampe ke masyarakat, buktinya banyak kepala desa yang kena kasus hukum karena nggak bisa tanggung jawabkan penggunaan dana itu. Jadi dana itu bakal diarahkan buat Koperasi Merah Putih.

“Sepuluh tahun kita beri dana desa. Tapi kita harus akui, banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat. Ini dibuktikan dengan banyak kepala desa yang berhadapan dengan hukum karena tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaannya,” katanya.

“Anggarannya sudah ada, karena 10 tahun kita sudah beri Dana Desa kepada desa-desa kita. Sepuluh tahun sudah kita berikan. Dan sekarang kita akan mengarahkan,” jelasnya.

Sistemnya terpusat dan terstruktur

Koperasi ini bakal pake sistem terpusat dan terstruktur, supaya pendistribusian barang subsidi dan layanan ekonomi bisa diawasi lebih ketat sekaligus menutup celah kebocoran anggaran dan auto ningkatin kesejahteraan masyarakat desa.

Selain itu, Koperasi Merah Putih yang juga bakal tersedia di desa nelayan juga bakal ngasih berbagai layanan buat para nelayan. Di antaranya adalah penyaluran kredit berbunga rendah. Jadi para nelayan tak perlu meminjam ke rentenir yang ngasih bunga tinggi.

“Akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran rentenir. Kita akan beri bunganya yang sangat-sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka (nelayan),” kata Prabowo.

Modal dengan bunga ringan buat rakyat kecil

Prabowo menambahkan, pembiayaan berbunga ringan ini harus bisa dirasakan sama rakyat kecil jangan cuma pengusaha besar aja.

“Masa nelayan-nelayan kita enggak kita berdayakan? Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang nangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberi harapan ke depan,” dia menegaskan.

Koperasi Merah Putih juga akan menyediakan berbagai barang bersubsidi untuk kebutuhan nelayan.

“Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran,” jelas Prabowo.

Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo Subianto ngebut bangun 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih biar dana desa beneran kerasa ke warga. Koperasi bakal all-in-one: gudang, cold storage, klinik, farmasi murah, sampai super micro financing bunga ringan buat cut ketergantungan ke rentenir. Targetnya ratusan koperasi live 1–2 bulan, pakai dana desa existing dengan sistem terpusat biar minim bocor.

Feed Update

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...

Genap Setahun, Rosan: Danantara Jadi Kekuatan RI Hadapi Tensi Geoekonomi Global

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka tasyakuran satu tahun Danantara, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pesan menyentuh tentang keberadaan Danantara. Rosan menyebut dalam satu tahun adanya...

Komisi XI DPR Umumkan 5 Anggota DK OJK, Friderica Jadi Ketua

astakom.com, Jakarta - Setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 10 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Komisi...

Positif! Kuartal I 2026: Indikator Ekonomi Domestik Ekspansi Kuat, Purbaya: Tetap Waspadai Ketidakpastian Global!

astakom.com, Ekbis- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I awal tahun 2026 ini. Indikator...