astakom.com, Jakarta — Pemerintah akan meningkatkan jumlah Polisi Hutan secara signifikan untuk memperkuat perlindungan taman nasional dan hutan lindung di Indonesia.
Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, menyebut keputusan itu diambil langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Prabowo kini telah memutuskan untuk meningkatkan jumlah Polisi Hutan dari 5.000 menjadi 70.000 Polisi Hutan,” ujar Hashim dalam acara Indonesia Economic Summit 2026, di Jakarta, Rabu (3/2/2026).
Hashim juga menjelaskan, penambahan personel dilakukan karena selama ini perlindungan kawasan konservasi dinilai jauh dari memadai.
5.000 personel disebut tidak realistis
Dengan hanya 5.000 personel untuk menjaga 57 taman nasional, pemerintah menilai kondisi tersebut tidak realistis.
“Dari 5.000 personel untuk melindungi 57 taman nasional adalah sebuah kemustahilan,” ujarnya.
Menurut Hashim, keterbatasan jumlah penjaga hutan jadi salah satu penyebab lemahnya pengawasan di lapangan. Kondisi itu telah berlangsung lama dan diketahui oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Ia mengungkapkan dampak dari lemahnya perlindungan tersebut bisa terlihat dari maraknya pendudukan ilegal di kawasan konservasi. Dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun terakhir, jutaan hektare kawasan lindung telah beralih fungsi secara melawan hukum.
“Dalam 10 hingga 15 tahun terakhir, 4 juta hektare hutan lindung, taman nasional, telah diduduki secara ilegal,” ujar Hashim.
70.000 personel jauh lebih efektif
Dengan penambahan personel menjadi 70.000 Polisi Hutan, pemerintah menilai pengawasan kawasan konservasi akan jauh lebih efektif. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga taman nasional, hutan lindung, dan kawasan strategis lainnya.
“Jumlah ini akan cukup untuk saat ini guna melindungi taman nasional kita, hutan lindung kita,” ujar Hashim.
Ia menegaskan, perlindungan kawasan konservasi bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup manusia secara global. Pemerintah menemoatkan isu ini sebagai bagian dari tanggung jawab besar Indonesia.
“Semua hal yang sangat vital bagi keberangsungan, pada dasarnya kelangsungan planet kita,”kata Hashim.

