astakom.com, Jakarta – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Afghanistan belakangan ini benar-benar bikin situasi jadi chaos total. Berdasarkan data terbaru pada Sabtu (24/1/2026), tercatat ada 61 orang yang kehilangan nyawa akibat hantaman salju serta hujan lebat yang nggak berhenti sejak Rabu hingga Jumat kemarin.
Pihak Otoritas Manajemen Bencana (ANDMA) melalui akun media sosial resminya memaparkan bahwa dampak kerusakan kali ini benar-benar masif.
“Angka awal korban jiwa dan kerusakan juga termasuk 110 orang yang terluka dan 458 rumah yang sebagian atau seluruhnya hancur,” tulis ANDMA di media sosial X dikutip oleh astakom pada Minggu, (25/12026).
Juru bicara lembaga tersebut bahkan merilis pesan video yang meminta masyarakat untuk tetap di rumah saja dan menghindari perjalanan di jalur yang tertutup salju tebal demi keselamatan nyawa mereka.
Jalur Utama Salang Ditutup Total Karena Bahaya
Kondisi di lapangan menunjukkan kalau akses transportasi utama benar-benar lumpuh, termasuk Jalan Raya Salang yang menjadi urat nadi mobilitas di negara tersebut.
Pihak berwenang di Provinsi Parwan mengonfirmasi kalau penutupan ini dilakukan karena tumpukan salju sudah terlalu tinggi dan sangat berbahaya bagi kendaraan yang nekat melintas.
Aksi Penyelamatan Traveller di Jalur Bamyan
Di tengah suhu dingin yang membeku, perjuangan tim kemanusiaan di Provinsi Bamyan patut diapresiasi karena mereka bergerak cepat membagikan logistik.
Pasokan makanan darurat mulai disalurkan kepada para pelancong yang terjebak di jalur pegunungan terjal wilayah Afghanistan tengah, mengingat akses keluar-masuk yang benar-benar tertutup rapat oleh material salju.
Dampak Masif Bagi Ratusan Kepala Keluarga
Hampir 360 keluarga kini statusnya terdampak langsung dan butuh bantuan segera akibat bencana hidrometeorologi ini.
ANDMA melaporkan bahwa tim di lapangan terus berusaha melakukan evakuasi meski terkendala cuaca yang belum stabil, demi meminimalisir adanya tambahan angka korban jiwa dari daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau.
Mitigasi Bencana di Tengah Krisis Cuaka
Otoritas manajemen bencana setempat kini terus memantau peta risiko di seluruh wilayah terdampak guna memastikan bantuan sampai ke titik yang paling parah. Mereka juga memperingatkan bahwa potensi hujan susulan masih mungkin terjadi, sehingga warga diminta untuk selalu update informasi terbaru dan tidak memaksakan diri keluar dari zona aman.

