Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Nggak Make Sense! Mentan Ngegep Ribuan Ton Beras Diduga Ilegal di Kepri, Bahaya Buat 115 Juta Orang

astakom.com, Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman temukan ribuan ton beras dugaan hasil selundupan di Kepulauan Riau (Kepri). Dugaan itu mencuat lantaran sumber beras itu berasal dari Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau yang tidak punya sawah.

Ribuan ton beras ini tadinya akan dikirim ke Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Menurut Amran hal ini sangat janggal.

“Yang menarik di sini, yang perlu kita dalami adalah sumber berasnya berasal dari Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau yang tidak punya sawah,” kata Amran dikutip dalam keterangan resmi pada Senin (19/1/2026).

Ia mengatakan keberadaan beras ini tidak masuk akal, ditambah tujuannya ke Palembang di mana wilayah itu udah surplus.

Beras sebanyak itu dari Riau nggak masuk akal

“(beras) akan dikirim ke Palembang, Provinsi Sumatera Selatan yang produksinya 3,5 juta ton dan surplusnya 1,1 juta ton. Ini tidak masuk akal,” tambahnya.

Beras yang ditemukan itu sekitar 1000 ton, dengan dugaan diangkut menggunakan enam kapal. Kata Amran kejadian ini janggal banget, soalnya Tanjung Pinang bukan daerah sentra produksi.

Lebih aneh lagi, beras akan dikirim ke Palembang yang kita tahu daerah itu punya produksi dan surplus padi yang gede. Jadi Amran ambil kesimpulan awal kalau beras ini selundupan.

Kasus harus diusut tuntas

Amran meminta pihak-pihak yang berwenang untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Ia juga meminta agar pelakunya ditindak tegas, karena ini mempengaruhi 115 juta orang seluruh Indonesia.

“Bisa kita duga bahwa ini adalah selundupan, tetapi nanti penyidik dari Mabes, Satgas turun, kemudian kerja sama dengan Polda, di-backup oleh TNI, Kejaksaan, ini akan dituntaskan. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Amran.

“Hari ini kami datang khusus mengecek. Ini kami terima kasih kepada penegak hukum yang menindak beras masuk seribu ton totalnya. Ini ditangkap dan kami minta itu ditindak tegas. Pelaku-pelakunya ditindak tegas, karena kenapa? ini akan memengaruhi petani kita, 115 juta orang seluruh Indonesia,” tegasnya.

Bahaya banget kalau produk nggak ikut prosedur

Amran dengan tegas mengingatkan kepada seluruh pihak bahwa pemasukan pangan harus lewat prosedur yang tepat. Pemasukan pangan tanpa prosedur karantina dan kepabeanan bahaya banget buat negara.

“Kadang orang tidak sadar, bahwasannya kalau tidak melalui prosedur karantina, bea cukai dan seterusnya, itu membahayakan negara. Siapa yang mau tanggung petani kita, peternak kita?” tegas Amran.

Gen Z Takeaway 
Temuan beras ilegal ini jadi red flag besar buat ekosistem pertanian nasional. Smuggling pangan bukan cuma soal hukum, tapi soal fairness ke petani lokal dan stabilitas harga di market. Kalau beras masuk tanpa prosedur, yang kena dampaknya bukan cuma negara, tapi jutaan petani yang lagi fight jaga produksi. Intinya, food security itu bukan main-main—transparansi dan pengawasan harus on point.

Feed Update

Jelang Lebaran Daging Sapi Tembus Rp110 Ribu per kg, Pemerintah Tegur Distributor

astakom.com, Jakarta - Menjelang lebaran, pemerintah terus mengawasi dan memperketat harga pangan, termasuk daging sapi. Mendengar ada laporan kenaikan harga daging sapi karkas jadi...

Petani Pasuruan Happy! Pupuk Murah Kini Tersedia di Kopdes

astakom.com, Jakarta - Pupuk dengan harga murah kini bisa dibeli dengan mudah oleh Petani di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebab...

Setahun Danantara, Prabowo Bangga: Return on Asset Melonjak 300%

astakom.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), sukses bikin Presiden Prabowo bangga atas pencapaiannya dalam satu tahun terakhir. Dalam laporan peningkatan...

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...