astakom.com, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan siswa-siswi sekolah dan madrasah yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera, dapat kembali bersekolah pada pekan kedua bulan Januari 2026.
BNPB juga saat ini terus melakukan pembersihan sejumlah fasilitas pendidikan di ketiga provinsi terdampak bencana yang tertimbun lumpur dan material sisa banjir.
Karenanya, target siswa-siswi mulai melakukan kegiatan belajar mengajar pada awal Januari 2026 ini dinilai realistis.
KBM disesuaikan dengan mulainya semester genap
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB Abdul Muhari mengatakan, target ini disesuaikan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) semester genap yang umumnya berlangsung pada pekan kedua Januari.
“Nanti di minggu pertama bulan Januari beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” ujar Abdul dalam rilis yang diterima astakom.com, Senin (29/12/2025).
BNPB juga siapkan tenda darurat
Namun demikian, BNPB beserta unsur pemerintah lainnya juga menyiapkan beberapa tenda darurat untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.
Tenda-tenda tersebut hanya digunakan khusus bagi sekolah atau madrasah yang memiliki tingkat kerusakan berat yang masih membutuhkan perbaikan lanjutan.
“Nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” tambahnya.
Rincian kerusakan fasilitas pendidikan
Menurut data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 19 Desember 2025, banjir bandang dan longsor pada akhir November lalu telah merusak 3.274 fasilitas pendidikan dan 6.431 ruang kelas yang tersebar di tiga provinsi terdampak.
Angka tersebut meliputi fasilitas pendidikan yang melayani jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan nonformal.
Tak hanya kerusakan infrastruktur, bencana juga berdampak langsung terhadap 276.249 siswa serta 25.936 guru dan tenaga kependidikan.
Meskipun demikian, pemerintah bergerak cepat untuk memulihkan seluruh sekolah terdampak agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Melansir astakom.com, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kesiapan operasional sekolah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah mendekati 90 persen, sementara di Aceh mencapai sekitar 65 persen.

