astakom.com, Jakarta — Kementerian Koperasi RI (Kemenkop) bersama PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, di Kelurahan Galang Baru, Pulau Sembur Laut, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Proyek percontohan ini menjadi langkah konkret pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi melalui pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan.
PLTS ini rencananya akan berkapasitas 400.000 Watt dengan baterai mencapai 1 MWh, dibangun untuk memenuhi kebutuhan energi sekitar 200 kepala keluarga yang selama ini belum terjangkau listrik dan masih bergantung pada genset dengan biaya tinggi.
Nantinya PLTS ini akan dikelola dengan skema kerjasama antara Pertamina NRE dengan Koperasi Merah Putih setempat.
Dukung kegiatan ekonomi masyarakat
Melalui koperasi ini, listrik dari PLTS tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi produktif warga, seperti perikanan tangkap dan budidaya, termasuk pengoperasian cold storage dan ice maker berkapasitas besar yang nantinya akan dikelola koperasi desa.
Menteri Koperasi RI (Menkop), Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi menjadi kunci agar manfaat infrastruktur energi benar-benar dirasakan masyarakat.
“PLTS ini bukan sekadar menghadirkan listrik, tetapi menjadi fondasi penguatan ekonomi rakyat. Dengan koperasi sebagai pengelola, masyarakat menjadi pelaku utama, bukan hanya penerima manfaat,” ujar Ferry dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).
Transisi energi dan pembangunan berkelanjutan
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa proyek ini sejalan dengan komitemen Pertamina dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
“Pertamina tidak hanya membangun pembangkit, tetapi membangun ekosistem. Melalui PLTS yang dikelola koperasi, kami ingin memastikan energi bersih menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat,” kata Simon.
Menurutnya, keberadaan listrik yang andal yang dibangun oleh Pertamina NRE akan menurunkan biaya operasional nelayan, memperpanjang masa simpan hasil tangkapan, serta membuka peluang usaha baru di tingkat desa.

