Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Marine Pollution Exercise 2025 di Batam

astakom, Batam – Kementerian Perhubungan menggelar National Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2025, di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (18/11). Marpolex 2025 ini digelar sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi insiden tumpahan minyak di laut, yang pada tahun ini secara spesifik berfokus pada jalur perairan Batam dan Kepulauan Riau.

Tahun ini merupakan latihan skala Nasional ke-16 yang bertujuan menguji dan mengevaluasi kemampuan serta prosedur penanggulangan tumpahan minyak di laut. 28 unsur termasuk ambulance yang berasal dari 17 institusi terlibat secara aktif, dengan total personel berjumlah kurang lebih 750 orang. Ratusan personil yang diterjunkan antara lain Ditjen Perhubungan Laut, Komando Daerah Angkatan Laut IV, Polairud Polda Kepri, Basarnas, Damkar, Bakamla, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), SKK Migas. Sementara itu, 26 kapal turut ikut serta dalam latihan ini, diantaranya KN Trisula, KN Sarotama, KN Rantos, KN Catamaran 508, RIB Basarnas, KAL Mapur, dan Patkamla Lobam.

Feed Update

Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan

astakom.com, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menuju tahanan usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3). Yaqut...

Presiden Prabowo Terima Wakil PM Australia

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, di Kertanegara, Jakarta, Rabu (11/3). Momen...

Presiden Prabowo Hadiri Tasyakuran Danantara

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara tasyakuran satu tahun Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3). Dalam sambutannya,...

Produksi Kue Kering Legendaris di Padang

astakom.com, Padang - Pembuatan kue kering, di Jalan HOS Cokroaminoto, Padang, Sumatera Barat, Rabu (11/3). Eksis sejak tahun 1960, industri rumahan ini tetap mempertahankan...

Terkini